Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banyumas > Penambangan Gunung Slamet Cerminan Kegagalan Politik Hukum Sumber Daya Alam
Banyumas

Penambangan Gunung Slamet Cerminan Kegagalan Politik Hukum Sumber Daya Alam

Besari
Terakhir diperbarui: 7 Desember 2025 12:03
Besari
Membagikan
Pendiri Yayasan Tribatha Banyumas Nanang Sugiri, Penambangan Gunung Slamet
Pendiri Yayasan Tribatha Banyumas Nanang Sugiri. (Foto: Besari)
Membagikan

Aktivitas penambangan galian C, baik yang berizin maupun ilegal, di lereng Gunung Slamet, khususnya di sekitar Kecamatan Sumbang dan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, menuai kritik tajam. Persoalan ini dinilai jauh lebih serius daripada sekadar pelanggaran teknis lingkungan biasa.

Contents
  • Prioritas Jangka Pendek Mengalahkan Perlindungan
  • Izin Hanya Instrumen Administratif
  • Penegakan Hukum yang Dipertanyakan
  • Desakan Tiga Langkah Evaluasi

Menurut Nanang Sugiri, Pendiri Yayasan Tribhata Banyumas, masalah penambangan ini merupakan kegagalan sistemik dalam tata kelola politik hukum sumber daya alam.

Prioritas Jangka Pendek Mengalahkan Perlindungan

Nanang Sugiri menekankan status krusial Gunung Slamet sebagai kawasan strategis dan penyangga ekologis utama bagi seluruh wilayah Banyumas Raya. Namun, ia menyayangkan bahwa kebijakan pemerintah daerah dalam mengelola kawasan ini sering kali tidak menempatkan perlindungan jangka panjang sebagai prioritas utama.

“Penambangan di lereng Gunung Slamet ini menunjukkan bahwa kebijakan perizinan sering kali lebih dipengaruhi oleh kepentingan ekonomi jangka pendek daripada prinsip kehati-hatian yang seharusnya menjadi dasar politik hukum lingkungan,” kata Nanang Sugiri, Minggu (07/12/2025).

Baca juga  Hutan Gunung Slamet Makin Mengkhawatirkan, Terkuak Alih Fungsi Lahan di Tegal dan Brebes

Izin Hanya Instrumen Administratif

Nanang menyoroti bagaimana izin penambangan yang diterbitkan ternyata tidak otomatis sejalan dengan mandat perlindungan lingkungan. Ia menduga banyak izin yang terbit tanpa adanya integrasi penuh antara rekomendasi teknis, tata ruang, dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Ketika izin hanya menjadi instrumen administratif, bukan alat kontrol lingkungan, maka kehadiran negara sebagai pengendali justru melemah,” tambahnya.

Penegakan Hukum yang Dipertanyakan

Selain tambang berizin, berlanjutnya operasi tambang ilegal menjadi indikator nyata lemahnya sistem. Nanang Sugiri menyebut hal ini menunjukkan adanya lubang besar dalam penegakan hukum.

Ia menegaskan, problemnya bukan lagi soal kurangnya regulasi, melainkan lemahnya political will dan koordinasi antar-instansi.

“Ketika alat berat dan distribusi material dapat bergerak tanpa hambatan, wajar publik mempertanyakan apakah ada pembiaran struktural atau bahkan keterlibatan oknum? Politik hukum kehilangan makna jika aturan tidak ditegakkan secara konsisten,” jelasnya.

Desakan Tiga Langkah Evaluasi

Dalam kerangka konstitusi dan Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, negara berkewajiban memastikan pemanfaatan sumber daya alam memenuhi prinsip keberlanjutan. Kerusakan yang terjadi di lereng Gunung Slamet menjadi bukti bahwa mandat ini belum berjalan efektif di tingkat daerah.

Baca juga  Isu Hutan Gundul Gunung Slamet Bikin Resah: Bukan Aktivitas Tambang, Tapi Bekas Proyek Panas Bumi?

Oleh karena itu, Nanang Sugiri mendesak Pemerintah Daerah dan Provinsi untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, yang meliputi tiga langkah mendasar:

  • Meninjau ulang izin yang tidak sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
  • Memperkuat penegakan hukum terhadap tambang ilegal tanpa kompromi.
  • Menempatkan Gunung Slamet sebagai bagian dari kebijakan konservasi yang bernilai strategis, bukan sekadar ruang eksploitasi.

Nanang menambahkan, Gunung Slamet adalah sumber kehidupan. Kegagalan mengelolanya dengan benar akan menjadi warisan buruk bagi generasi berikutnya. Politik hukum sumber daya alam bukan hanya tentang aturan tertulis, tetapi tentang keputusan-keputusan yang menentukan masa depan ekologi dan keselamatan masyarakat.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:gunung slametnanang sugiripenambangan galian c
Artikel Sebelumnya Dwp setda cilacap Kisah Ibu-ibu DWP Cilacap ‘Nge-Mix’ Kebugaran & Kreativitas, Bikin Bros Suspesia 3D
Artikel Selanjutnya Persibangga Purbalingga Sikat Habis Laga Uji Coba, Persibangga Purbalingga Siap Berlaga di Liga 4 Jateng
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Prakiraan cuaca purwokerto banyumas 16-17 januari 2026
BanyumasRagam

Prakiraan Cuaca Purwokerto Saat Long Weekend 16–18 Januari 2026, Hujan atau Cerah?

Oleh Kurnia
Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
es brasil purwokerto
Banyumas

Es Brasil Purwokerto Bukan dari Brazil, Ini Sejarah Nama dan Cita Rasanya

Oleh Kurnia
djoko susanto
Banyumas

Bantah Narasi “Lawan Tak Seimbang”, Djoko Susanto Tegaskan Kemenangan Anthon Donovan di Mahkamah Agung

Oleh Besari
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?