9 Hari Banjir di Wanareja, Bawaslu dan KNPI Cilacap Beri Bantuan Kemanusiaan. Musibah banjir yang melanda wilayah Cilacap bagian barat tak kunjung surut. Sudah sembilan hari warga Desa Sidamulya, Kecamatan Wanareja dan sebagian warga Desa Pahonjean, Kecamatan Majenang, hidup dalam kondisi serba terbatas akibat banjir yang terjadi sejak 12 November 2025.
Di tengah situasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Cilacap bersama Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Cilacap hadir memberikan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban warga terdampak, Jumat (21/11/2025).

Bawaslu dan KNPI Salurkan Bantuan Korban Banjir Wanareja
Bantuan berupa paket sembako diserahkan langsung oleh Ketua Bawaslu Cilacap, Soim Ginanjar, bersama Anggota Bawaslu Nuryanti dan Any Sulistyowati. Turut mendampingi, Ketua KNPI Cilacap, Ahmad Faozan. Seluruh bantuan merupakan bentuk kepedulian dan gotong royong pimpinan serta staf Bawaslu Cilacap.
“Semoga bisa meringankan beban saudara-saudara yang ada di Sidamulya. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan banjir segera surut sehingga warga bisa beraktivitas normal kembali,” ujar Soim usai menyerahkan bantuan kepada Kepala Desa Sidamulya, Suwarno di Kantor Desa Sidamulya.
Suwarno menyambut baik perhatian yang diberikan. Menurutnya, keberadaan bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang tengah berjuang dalam situasi sulit.
“Terima kasih atas bantuan dari Bawaslu dan KNPI, ini sangat bermanfaat. Mudah-mudahan banjir segera surut dan tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Banjir Wanareja Berdampak 1600 Warga
Sidamulya Wanareja menjadi wilayah terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter. Tercatat lebih dari 1.600 warga di delapan dusun dan delapan RW terjebak banjir. Kedalaman air bervariasi mulai 15 sentimeter hingga lebih dari satu meter.
Selain merendam pemukiman, 124 hektare lahan persawahan dan 38 hektare area ladang turut terendam. Fasilitas umum juga tak luput dari dampak, meliputi empat sekolah, empat musala, dan satu masjid yang tidak bisa digunakan maksimal.
Di tengah bencana yang berkepanjangan ini, berbagai bentuk uluran tangan dari lembaga dan organisasi diharapkan terus mengalir, menjadi semangat bagi warga Sidamulya dan Pahonjean untuk bangkit kembali.






