Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Jateng > Ada Ngolah Roso Hingga Rembugan, Begini Kata Ketua DPRD Jateng Soal Kepemimpinan
Jateng

Ada Ngolah Roso Hingga Rembugan, Begini Kata Ketua DPRD Jateng Soal Kepemimpinan

Earlena
Terakhir diperbarui: 17 Juni 2025 15:35
Earlena
Membagikan
Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto. (Istimewa)
Membagikan
Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto. (Istimewa)

SEPUTARBANYUMAS.COM – Pola kepemimpinan Jawa dalam menjalankan tugasnya, diantaranya adalah Ngolah Roso dan Rembugan yang kental dalam budaya Jawa. Ngolah Roso adalah mengelola rasa atau menyelaraskan batin. Sedangkan Rembugan berasal dari kata rembug yang artinya musyawarah atau berdiskusi bersama.

Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Jateng Sumanto, Rabu (17/6/2025). Ia mengatakan, dalam konteks kepemimpinan, Ngolah Roso merupakan kemampuan seorang pemimpin untuk peka terhadap situasi. Selain itu, perlu memahami perasaan orang lain dan bertindak dengan kebijaksanaan hati. Pola tersebut mengedepankan kepemimpinan yang tidak reaktif, dan mengedepankan keselarasan batin sebelum mengambil keputusan.

“Dalam memimpin, penting untuk mengambil keputusan secara hati-hati, saling memahami dan tidak saling menyakiti. Orang Jawa ini banyak simbol-simbol yang tidak terus terang, kita harus paham dan peka,” ujarnya saat wawancara dengan Tim Media Derap Juang, belum lama ini.

Menurutnya dalam pola kepemimpinan Jawa, tidak boleh menang-menangan dalam mengambil keputusan. Semua harus saling memberi dan menerima untuk mencapai win-win solution. Ia mencontohkan di DPRD Jateng ada 120 anggota dewan yang berasal dari berbagai partai. Semuanya perlu dijajaki kemauannya dan diajak komunikasi.

Baca juga  Jelang Liga 4: Persibas Banyumas Bakal Dijamu PSIW di Stadion Baru

“Harus saling memahami bahwa tidak mungkin semua keinginan akan tercapai. Tidak bisa kalau memaksakan kehendak. Jika pun keinginan kita tercapai, yang lain akan merasa kurang. Kalau sudah mentok, ada mekanisme lain di DPRD yaitu voting atau pemungutan suara,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara itu, pemimpin Jawa juga hendaknya tak memaksakan kehendak dan membuka ruang dialog untuk mencapai mufakat. Dalam konsep Rembugan, Sumanto menekankan untuk mengedepankan kebersamaan dalam pengambilan keputusan, menghargai pendapat orang lain, dan menghindari konflik terbuka.

“Rembugan ini menjadi style kepemimpinan Jawa. Semuanya akan dirembug dan didiskusikan. Politisi ini kan panggung belakangnya lebih penting. Jika terjadi voting, itu lebih ke panggung depan,” kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar tersebut.

Sumanto menekankan, Ngolah Roso menjaga agar keputusan yang muncul tidak kaku dan sepihak. Sedangkan Rembugan memastikan bahwa suara rakyat tetap menjadi dasar tindakan. Keduanya mengajarkan bahwa memimpin tak sekedar memerintah, tapi juga mengayomi dan memahami.

Di sela-sela kesibukannya, Sumanto mengaku meluangkan waktu untuk melakukan hobinya yaitu berenang dan bersepeda.

Baca juga  Warga Meninggal Mendadak di Warung Durian Pejagoan Kebumen

“Kalau sedang jenuh biasanya ngopi atau berolahraga. Saya suka renang dan sepedaan biar pikiran fresh lagi. Bagi saya, orang hidup harus punya kesenangan atau hobi,” katanya.

TAG:berita terkinisumanto
Artikel Sebelumnya img 20250617 wa0003 Warga Binaan Rutan Banjarnegara Ubah Paralon Bekas Jadi Karya Seni Warga Binaan Rutan Banjarnegara Ubah Paralon Bekas Jadi Karya Seni
Artikel Selanjutnya img 20250617 wa0013 Lapas Karanganyar Siap Dirikan Klinik Pratama, Dapat Lampu Hijau dari Bupati Cilacap Lapas Karanganyar Siap Dirikan Klinik Pratama, Dapat Lampu Hijau dari Bupati Cilacap
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?