Keluarga Diraja Brunei Jajaki Investasi Strategis di Jawa Tengah, Energi Terbarukan Jadi Pintu Masuk

Syarif TM
Keluarga Diraja Brunei Darussalam menindaklanjuti rencana investasi strategis di Jawa Tengah. Energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan kawasan industri jadi fokus kerja sama awal. (dok. Pemprov Jateng)

KERJASAMA Investasi Strategis Pemerintah Provinisi Jawa Tengah dengan Brunai terus berlanjut, hal ini ditandai dengan kunjungan kehormatan dari keluarga Diraja Brunei Darussalam, Pangiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah, ke Kantor Gubernur, Kamis (5/2/2026).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut terkait rencana investasi strategis di sejumlah sektor yang dinilai sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Dalam pertemuan bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, kedua pihak membahas secara lebih mendalam peluang kerja sama investasi, termasuk rencana penandatanganan letter of intent (LoI) pada sektor energi terbarukan sebagai langkah awal kolaborasi.

Energi Terbarukan dan Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas Awal

Ketertarikan investasi strategis Brunei Darussalam di Jawa Tengah mencakup berbagai sektor, antara lain pengelolaan sampah, pertanian, energi terbarukan, serta sektor pendukung pembangunan berkelanjutan lainnya.

Baca juga  Inflasi Banyumas Raya Oktober 2025 Naik Tipis, BI Pastikan Masih Terkendali

Minat tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam pertemuan antara Pangiran Muda Abdul Qawi dan Gubernur Ahmad Luthfi pada akhir Desember 2025. Kunjungan kali ini menjadi kelanjutan sekaligus pendalaman rencana teknis dan skema investasi yang akan direalisasikan.

Selain melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi potensial, rombongan Brunei Darussalam juga melakukan penandatanganan letter of intent terkait rencana investasi pada sektor energi terbarukan.

Jawa Tengah Butuh Investasi Strategis Berkelanjutan dan Merata

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, Jawa Tengah memiliki wilayah yang luas dengan 35 kabupaten/kota, sehingga membutuhkan eksplorasi investasi strategis yang berkelanjutan untuk mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

“Karena itu, kami menyampaikan terima kasih atas minat investasi strategis yang disampaikan oleh Pangiran Muda Abdul Qawi,” ujar Ahmad Luthfi di ruang kerjanya.

Menurutnya, pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia mencapai nol sampah pada 2029. Untuk itu, pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dan inovatif, termasuk dengan menggandeng investor.

Baca juga  Kejati Jateng Periksa Mantan Ajudan Jokowi, Letjen TNI Widi Prasetijono Terkait TPPU BUMD Cilacap

“Pengelolaan sampah sudah berjalan di Banyumas Raya dengan sistem RDF, kemudian Pekalongan Raya. Solo Raya masih menjadi tantangan dan sudah kami komunikasikan dengan Wali Kota Solo,” katanya.

Waduk dan Kawasan Industri Jadi Daya Tarik Energi Bersih

Untuk sektor energi terbarukan, Ahmad Luthfi menawarkan optimalisasi sejumlah waduk di Jawa Tengah serta pengembangan energi bersih guna mendukung Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan kawasan industri lainnya.

Menurutnya, KITB merupakan kawasan industri terbesar di Jawa Tengah yang telah terintegrasi antara industri, pariwisata, perumahan, hingga rencana pembangunan dry port.

“KITB ini peluang investasinya sangat besar. Komunikasi dengan pengelola kawasan sudah dilakukan, dan kini menunggu langkah strategis lanjutan,” ujarnya.

Rencana Kunjungan Balasan ke Brunei Darussalam

Gubernur Ahmad Luthfi juga menyampaikan rencana untuk melakukan kunjungan balasan ke Brunei Darussalam pada waktu mendatang. Selain untuk penandatanganan kerja sama, kunjungan tersebut juga bertujuan menemui pekerja migran asal Jawa Tengah yang bekerja di Brunei.

Pangiran Muda Abdul Qawi mengungkapkan, selama berada di Jawa Tengah, ia telah mengunjungi sejumlah lokasi strategis, termasuk Candi Borobudur, yang terakhir kali ia kunjungi sekitar 20 tahun lalu.

Baca juga  Ada Makan Gratis 20.000 Porsi saat Malam Tahun Baru di Kebumen

Terkait rencana investasi, ia juga mengajak sejumlah delegasi untuk membahas aspek teknis bersama dinas dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Hingga akhir 2025, nilai investasi Brunei Darussalam di Jawa Tengah tercatat sekitar Rp5 miliar. Capaian ini menjadi sinyal awal positif terhadap iklim investasi di Jawa Tengah.

Ke depan, peluang perluasan investasi terus dijajaki, mencakup sektor agroindustri, rantai pasok pangan halal, perikanan terpadu, cold chain logistics, hingga layanan kesehatan berbasis ramah lingkungan.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.