Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Jateng > Pelaku Kesenian Tradisional Perlu Beradaptasi dan Inovatif  di Tengah Perkembangan Zaman
Jateng

Pelaku Kesenian Tradisional Perlu Beradaptasi dan Inovatif  di Tengah Perkembangan Zaman

Djamal SG
Terakhir diperbarui: 18 November 2025 17:32
Djamal SG
Membagikan
kesenian tradisional
Ketua DPRD Jateng Sumanto menilai pelaku kesenian tradisional perlu adaptif dan inovatif. (dokpri)
Membagikan

Kesenian tradisional perlu beradaptasi dan inovatif di tengah perkembangan zaman. Zaman yang makin maju bisa menjadi peluang bagi kesenian tradisional untuk menggaet penonton. Hal itu seperti diungkapkan Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng) Sumanto belum lama ini.

Contents
  • Pelaku Kesenian Tradisional Perlu Strategi
  • Cerminan Bangsa yang Maju

Selain itu, adaptasi dan inovasi adalah untuk memastikan agar warisan budaya yang telah hidup ratusan tahun tersebut tetap relevan dan mampu bersaing dengan budaya populer saat ini.

“Budaya yang ditampilkan terus-menerus dalam kemasan yang sama bisa jadi menimbulkan kejenuhan. Wayang kulit ini sudah ada sejak zaman nenek moyang dulu. Sampai sekarang meskipun upaya pelestariannya tertatih-tatih, tetap harus kita lakukan,” ujar Sumanto, belum lama ini.

Pelaku Kesenian Tradisional Perlu Strategi

Sumanto menambahkan, para pelaku kesenian tradisional perlu menerapkan berbagai strategi agar masyarakat tetap mau menonton wayang kulit. Mulai dari pertunjukan yang lebih ringkas, sajian cerita yang dekat dengan kehidupan saat ini, hingga memanfaatkan teknologi sebagai media promosi dan distribusi tontonan.

Baca juga  Dorong Budidaya Ikan Beong, Sumanto: Kalau Bisa Dua Bulan Sudah Panen

Ia mencontohkan Pentas Wayang Kulit 30 Jam Nonstop yang baru saja digelarnya di Kabupaten Karanganyar. Sebanyak 23 dalang memainkan seri lakon secara bergantian. Masing-masing dalang memainkan lakon ringkas dalam durasi satu jam. Format baru tersebut diterapkan tampa menghilangkan jatidiri wayang kulit. Unsur utama seperti filosofi lakon, karakter tokoh wayang, dan nilai moral yang terkandung di dalamnya tetap dipertahankan.

“Para dalang ini menyuguhkan pertunjukan yang lebih singkat dengan bahasa yang lebih ringan, dan cerita yang dekat dengan masyarakat. Tentu tanpa meninggalkan pakem-pakem yang ada,” katanya.

Selain itu, para pelaku kesenian juga bisa memanfatkan internet untuk memperluas jangkauan penonton. Pertunjukan wayang kini bisa hadir melalui live streaming hingga konten video pendek.

“Kemajuan teknologi ini bukan menjadi ancaman, tapi bisa jadi peluang untuk memperluas jangkauan penonton di dunia maya,” paparnya.

Cerminan Bangsa yang Maju

Lebih lanjut Sumanto mengatakan, pelestarian budaya tradisional juga menjadi cerminan bangsa yang maju. Ia mencontohkan Jepang yang memiliki teknologi maju namun masyarakatnya tetap lekat dengan budaya tradisionalnya.

Baca juga  Ayah di Cilacap Tega Hamili Anak Kandung Hingga Melahirkan

“Di tengah gempuran budaya populer, berbagai langkah kreatif perlu dilakukan agar seni tradisional tetap dinikmati. Tentu dengan modifikasi yang baik dapat menjadikan wayang kulit tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai karya seni yang relevan bagi generasi muda,” tandasnya.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.

TAG:kesenian tradisionaketua DPRD Jateng
Artikel Sebelumnya img 20251118 wa0043 Ibu dan Anak Korban Longsor Majenang Ditemukan di Kedalaman 4 Meter Ibu dan Anak Korban Longsor Majenang Ditemukan di Kedalaman 4 Meter
Artikel Selanjutnya Operasi Zebra Candi 2025 kembali digelar di wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Banyumas. Operasi Zebra Candi 2025 di Banyumas Dimulai, Simak Aturan dan Titik Razianya
Caps academy
Caps
IMG-20251124-WA0000

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Bencana di Kebumen
JatengKebumen

Bencana di Kebumen Bulan Ini: 12 Orang Meninggal, Kerugian Capai Rp4,8 M

Oleh Djamal SG
tren persak
JatengKebumenOlahraga

Jelang Liga 4, Tren Persak Kebumen Terus Menanjak

Oleh Djamal SG
Longsor di Rowokele
JatengKebumen

Pasca Longsor di Rowokele, Warga Diminta Tetap Waspada

Oleh Djamal SG
mancing berhadiah
JatengKebumen

Ada Mancing Berhadiah Jutaan Rupiah di Petanahan

Oleh Djamal SG
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?