Lintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Buayan Memakan Korban

Djamal SG
Lintasan kereta tanpa palang pintu memakan korban. Seorang petani asal Buayan Kebumen meninggal dunia. (dok Polres Kebumen)

Lintasan kereta tanpa palang pintu memakan korban. Seorang petani asal Buayan Kebumen bernama Dul Samid meninggal dunia, Sabtu (15/11/2025) kisaran pukul 11.20 WIB. Dul Samid meninggal dunia saat melintasi lintasan kereta tanpa palang pintu dan terserempet kereta Argo Semeru. Dul Samid adalah warga Dukuh Combong, Desa Jogomulyo, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen.

Kala itu, Dul Samid yang sudah berusia 80 tahun, melintasi lintasan kereta tanpa palang pintu yang ada di Desa Jatiroto, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Sementara di waktu bersamaan ada kereta api Argo Semeru jurusan Gambir-Surabaya Gubeng yang melintas di jalur tersebut. Sehingga, kecelakaan tidak bisa dihindari.

Akibat musibah itu, Dul Samid terpental sejuah 20 meter dan meninggal dunia. Titik tepat kejadian itu adalah di Km 426+6/7 jalur Ijo–Gombong.

Kemudian, tim gabungan dari Polres Kebumen segera mendatangi lokasi. Termasuk Pamapta Polres Kebumen Polsek Buayan, Pamapta Polres Kebumen, Inafis, Pos Lantas Kretek, Babinsa, Puskesmas Buayan, kepala desa setempat, serta petugas perkeretaapian.

Baca juga  Dukung Indonesia Zero Sampah, Ini Langkah dan Strategi Gubernur Ahmad Luthfi

Petugas kemudian mengevakuasi korban ke RS PKU Muhammadiyah Gombong. Pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka berat.

“Kerasnya benturan membuat korban meninggal di lokasi kejadian. Kami turut berduka atas kejadian itu,” ungkap Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman seperti dikutip dari Instagram Polres Kebumen.

Sementara, dua saksi yang dimintai keterangan melihat kejadian itu. Dua saksi tersebut, Sukino (58) dan Agus Wahyudi (38), menguatkan bahwa korban menyeberang tanpa memastikan kondisi jalur aman.

Waspada Lintasan Kereta Tanpa Pintu

Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di lintasan kereta tanpa palang pintu. “Masyarakat harus memastikan jalur benar-benar aman. Lintasan tanpa palang memiliki risiko tinggi,” ujarnya.

Polisi menyebut hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban kurang waspada saat menyeberang. Penyelidikan tetap dilanjutkan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang mempengaruhi kejadian ini.

Dalam banyak kesempatan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan imbauan pada masyarakat untuk waspada. Khususnya ketika melintas di perlintasan kereta api. Bukan hanya pejalan kaki, tapi juga siapapun melintasi rel kereta api dengan kendaraan untuk waspada.

Baca juga  Ngeri! Tubuh Pria Tanpa Identitas Terbelah Usai Tertemper KA Pasundan di Cilacap

*Anda bisa melihat informasi lain di Instagram kami.