Nama Es Duren Bancar Purbalingga sudah lama melekat sebagai salah satu ikon kuliner khas daerah ini. Sajian sederhana berbahan dasar durian tersebut tidak hanya dikenal oleh warga lokal, tetapi juga menjadi tujuan wajib wisatawan yang berkunjung ke Purbalingga.
Bertahan lintas generasi, Es Duren Bancar membuktikan bahwa cita rasa autentik mampu mengalahkan tren kuliner yang terus berubah.
Berjualan sejak puluhan tahun lalu, Es Duren Bancar tetap eksis hingga kini dengan konsep yang nyaris tidak berubah.
Kesederhanaan tempat dan konsistensi rasa justru menjadi kekuatan utama yang membuatnya terus diburu pembeli.
Sejarah Panjang Es Duren Bancar Purbalingga
Mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Kasdi Kusnadi selaku pemilik Depot Es Kombinasi dan Es Durian Pak Kasdi mengungkapkan bahwa usaha es durian yang dirintisnya telah berjalan sejak tahun 1980.
Pada masa awal berjualan, Kasdi menggunakan tenda bongkar pasang yang berlokasi di depan Markas Kodim 0702/Purbalingga.
Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, pada tahun 1994 ia kemudian mulai menyewa kios permanen yang hingga kini masih digunakan sebagai tempat berjualan.
Sebelum dikenal sebagai penjual es durian, Kasdi lebih dulu menggeluti usaha kuliner sejak tahun 1969.
Kala itu, ia berjualan bubur kacang hijau dengan cara berkeliling di wilayah Kota Purbalingga.
Selain bubur kacang hijau, Kasdi juga menjajakan es kombinasi, yakni minuman berbahan campuran aneka buah, santan, dan gula merah yang cukup diminati masyarakat.
Sekitar satu dekade kemudian, pria asal Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga tersebut melihat potensi besar dari melimpahnya hasil durian di desanya. Dari situlah muncul ide untuk mengolah durian menjadi sajian es, terinspirasi dari konsep es kombinasi yang lebih dulu digelutinya.
Popularitas es durian racikan Kasdi terus meningkat hingga mendorong sang anak, Hadianto, untuk membuka usaha serupa di Purwokerto.
Lokasi Strategis dan Mudah Dijangkau
Bagi pemburu kuliner, lokasi Es Duren Bancar Purbalingga terbilang mudah ditemukan. Lapak Es Duren Bancar berada di Desa Bancar, Kabupaten Purbalingga, tepat di tepi jalan utama yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah sekitarnya.
Es Duren Bancar biasanya mulai buka sekitar pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB, atau hingga bahan durian habis.
Menu Sederhana dengan Cita Rasa Khas
Menu yang ditawarkan Es Duren Bancar Purbalingga terbilang sederhana, namun justru itulah daya tariknya. Sajian utama berupa es durian klasik, yang terdiri dari daging durian asli, es serut, santan kelapa, dan gula merah cair.
Berikut adalah menu dan harga dari Es Duren Bancar:
1. Es Duren – Rp21.000
2. Es Duren Kopyor – Rp30.000
3. Es Duren Kelapa – Rp23.000
4. Es Campur – Rp15.000
5. Es Campur Kopyor – Rp21.000
6. Es Kopyor – Rp21.000
7. Menu Komplit – Rp30.000
Tetap Relevan di Tengah Tren Kuliner Modern
Di tengah maraknya dessert kekinian berbasis durian, Es Duren Bancar Purbalingga tetap mempertahankan eksistensinya. Konsistensi rasa, penggunaan bahan alami, serta harga terjangkau menjadi alasan utama pelanggan setia terus kembali.
Bagi generasi muda, Es Duren Bancar bukan sekadar kuliner, tetapi juga bagian dari pengalaman budaya lokal. Sementara bagi generasi lama, sajian ini menghadirkan nostalgia akan cita rasa masa lalu.
Sebagai kuliner legendaris, Es Duren Bancar tidak hanya menawarkan kesegaran, tetapi juga cerita panjang tentang tradisi, ketekunan, dan kekuatan rasa autentik. Di tengah perubahan zaman, Es Duren Bancar Purbalingga tetap berdiri sebagai simbol sederhana namun berkesan dari kuliner khas Purbalingga.
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.







