iPhone Fold milik Apple ini, akan memasuki babak baru persaingan ponsel lipat. Berdasarkan berbagai bocoran terbaru, perangkat ini diprediksi hadir pada akhir tahun atau paling lambat awal tahun depan.
Kehadiran iPhone Fold langsung menyedot perhatian, terutama karena satu aspek krusial: daya tahan baterai.
Jika informasi yang beredar akurat, iPhone Fold berpotensi menempatkan Samsung dalam posisi yang kurang menguntungkan, khususnya pada segmen ponsel lipat premium yang selama ini didominasi lini Galaxy Z Fold.
Bocoran Kapasitas Baterai iPhone Fold
Laporan dari akun Fixed-Focus Digital di platform Weibo menyebutkan bahwa iPhone Fold akan dibekali baterai berkapasitas sekitar 5.500 mAh. Angka ini tergolong besar untuk ukuran ponsel lipat, terlebih jika dibandingkan dengan kompetitor utamanya.
Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy Z Fold7 masih dikabarkan mempertahankan kapasitas baterai 4.400 mAh, angka yang nyaris tidak berubah sejak Galaxy Z Fold3 dirilis pada 2021.
Sementara itu, Google Pixel 10 Pro Fold disebut membawa baterai 5.015 mAh, yang masih berada di bawah iPhone Fold versi bocoran.
Jika bocoran ini terealisasi, iPhone Fold berpotensi menjadi ponsel lipat dengan baterai terbesar di kelasnya untuk merek global non-Tiongkok.
Efisiensi iOS Jadi Kunci Keunggulan
Meski kapasitas baterai iPhone Fold belum mampu menyaingi ponsel lipat buatan produsen Tiongkok seperti vivo X Fold 5 dengan 6.000 mAh atau HONOR Magic V5 dengan 5.820 mAh, hal tersebut bukanlah kelemahan utama Apple.
Selama bertahun-tahun, Apple dikenal mengandalkan efisiensi optimal antara perangkat keras dan perangkat lunak. Sistem operasi iOS yang terintegrasi ketat dengan chipset buatan Apple sering kali mampu menghasilkan daya tahan baterai yang lebih lama meski kapasitasnya lebih kecil di atas kertas.
Dengan pendekatan ini, iPhone Fold diperkirakan dapat menawarkan penggunaan harian yang stabil, bahkan berpotensi melampaui ponsel lipat Android dengan baterai lebih besar.
Desain Lebih Ringkas dari Ponsel Lipat Lain
Selain baterai, desain Fold juga menjadi sorotan. Bocoran menyebutkan bahwa Apple akan mengusung desain yang lebih ringkas dan proporsional dibandingkan mayoritas ponsel lipat saat ini.
YouTuber Jon Prosser mengungkapkan, bahwa iPhone ini akan memiliki layar luar 5,5 inci dengan kamera punch-hole, serta layar utama lipat 7,8 inci di bagian dalam.
Saat dilipat, perangkat ini diklaim memiliki ketebalan sekitar 9 mm, atau sekitar 4,5 mm per sisi—sedikit lebih tipis dibandingkan iPhone Air.
Namun demikian, beberapa bocoran lain menyebut ukuran layar luarnya hanya sekitar 5,25 inci, menunjukkan bahwa spesifikasi final masih bisa berubah menjelang peluncuran.
Desain Kamera dan Teknologi Layar

Render 3D yang dibagikan Prosser memperlihatkan iPhone terbaru ini dengan konfigurasi kamera ganda di bagian belakang, yang desainnya disebut-sebut mirip dengan iPhone Air.
Beberapa laporan lain bahkan menyebut Apple tengah mengembangkan kamera di bawah layar untuk iPhone lipat ini, meskipun belum ada konfirmasi kuat mengenai hal tersebut.
Salah satu tantangan terbesar yang masih menjadi tanda tanya adalah lipatan layar. Apple dikabarkan tengah mencari solusi agar lipatan tidak terlalu terlihat.
Meski sempat muncul klaim bahwa masalah ini telah teratasi, bocoran terbaru justru menunjukkan bahwa Apple masih dalam tahap penyempurnaan.
Harga Tinggi Jadi Tantangan Utama
Jika iPhone terbaru ini benar-benar diluncurkan, hampir dapat dipastikan harganya akan berada di atas US$2.000. Harga tinggi ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat tidak semua konsumen siap membayar mahal untuk teknologi ponsel lipat.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh performa penjualan iPhone Air yang disebut tidak memenuhi ekspektasi pasar. Kegagalan tersebut bahkan memunculkan spekulasi bahwa Apple tidak akan merilis iPhone Air generasi kedua.
Situasi ini membuat sebagian analis mempertanyakan apakah iPhone ini benar-benar mampu menawarkan nilai tambah yang sepadan dengan harganya.
Dampak bagi Industri Ponsel Lipat
Meski masih dipenuhi tanda tanya, kehadirannya diyakini akan membawa dampak besar bagi industri ponsel lipat secara keseluruhan. Apple dikenal mampu mengubah standar pasar, termasuk dalam hal desain, performa, dan efisiensi energi.
Jika iPhone Fold sukses dengan baterai berkapasitas besar dan efisiensi tinggi, bukan tidak mungkin Samsung dan produsen lain akan terdorong untuk meningkatkan kapasitas baterai pada ponsel lipat mereka di masa depan.
Untuk saat ini, iPhone Fold masih menjadi perangkat yang dinanti sekaligus diperdebatkan. Jawaban akhirnya akan bergantung pada satu hal utama: apakah konsumen siap menerima ponsel lipat versi Apple dengan harga premium dan janji efisiensi khas iOS.
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.



