Makna Google Doodle Hari Ini Angkat Curling Sambut Winter Olympics 2026

Santo
Makna Google Doodle hari ini menjadi sorotan warganet setelah Google menampilkan ilustrasi bertema olahraga curling pada halaman utamanya, Rabu, 4 Februari 2026. (SeputarBanyumas)

Makna Google Doodle hari ini menjadi sorotan warganet setelah Google menampilkan ilustrasi bertema olahraga curling pada halaman utamanya, Rabu, 4 Februari 2026.

Doodle bertajuk “Curling 2026” tersebut tidak hanya menghadirkan visual unik, tetapi juga menyimpan pesan penting terkait perhelatan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 di Italia.

Pada tampilan Google Doodle hari ini, logo Google berubah menjadi ilustrasi batu granit yang meluncur di atas permukaan es, lengkap dengan sapu khas yang digunakan atlet curling.

Visual ini merepresentasikan dinamika permainan curling sekaligus memperkenalkan olahraga musim dingin yang tidak dikenal dan tidak dipertandingkan di Indonesia, namun memiliki sejarah panjang di tingkat global.

Makna Google Doodle Hari Ini: Penghormatan untuk Curling

Google secara resmi menjelaskan makna Google Doodle hari ini sebagai bentuk perayaan terhadap olahraga curling. Dalam keterangan resminya, Google menuliskan, “This Doodle celebrates the sport of Curling.”

Baca juga  Skrining BPJS Kesehatan 2026 Wajib Tahunan, Ini Manfaatnya

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Doodle Curling 2026 dibuat sebagai penghormatan terhadap salah satu cabang olahraga tertua di Olimpiade Musim Dingin atau WInter Olympics 2026.

Doodle ini ditayangkan secara global di berbagai negara, termasuk Indonesia, Australia, Kanada, dan Jepang. Melalui pendekatan visual yang sederhana namun informatif, Google memperkenalkan curling kepada audiens global yang mungkin belum pernah melihat olahraga tersebut secara langsung.

Kaitan Google Doodle Hari Ini dengan Winter Olympics 2026

Pemilihan tema Curling 2026 tidak terlepas dari agenda besar olahraga dunia, yakni Olimpiade Musim Dingin 2026. Ajang ini akan berlangsung pada 6 hingga 22 Februari 2026 di Italia dan secara resmi bernama Olimpiade Musim Dingin XXV atau Milano Cortina 2026.

Dalam Olimpiade Musim Dingin 2026, curling kembali dipertandingkan sebagai salah satu cabang utama. Olahraga ini akan digelar di Cortina d’Ampezzo dan mempertandingkan tiga kategori, yakni men’s team, women’s team, serta mixed doubles.

Dengan demikian, makna Google Doodle hari ini bukan sekadar ilustrasi, melainkan penanda dimulainya atmosfer Olimpiade Musim Dingin yang semakin dekat.

Apa Itu Curling, Olahraga yang Diangkat Google Doodle Hari Ini?

Curling merupakan olahraga musim dingin yang mengandalkan strategi, presisi, dan kerja sama tim. Permainan ini mempertemukan dua tim yang masing-masing beranggotakan empat pemain.

Baca juga  Roblox Down, Ribuan Gamer Sempat Tak Bisa Login

Setiap tim bertugas meluncurkan batu granit berat di atas lintasan es yang disebut sheet, menuju sasaran berbentuk lingkaran bernama house.

Tujuan utama curling adalah menempatkan batu sedekat mungkin dengan titik pusat house, sekaligus menghalau batu milik lawan keluar dari area sasaran.

Dalam satu babak permainan atau end, setiap tim memperoleh delapan batu, dan poin diberikan setelah seluruh batu diluncurkan.

Peran Penyapu dan Alasan Curling Disebut Catur di Atas Es

Salah satu keunikan curling yang tercermin dalam Google Doodle hari ini adalah peran penyapu es.

Dua pemain bertugas menyapu permukaan es menggunakan sikat khusus di depan batu yang meluncur. Teknik ini memungkinkan tim mengontrol arah dan kecepatan batu secara presisi.

Karena mengandalkan perhitungan matang, taktik jangka panjang, dan komunikasi tim, curling kerap dijuluki sebagai “permainan catur di atas es”, meskipun tempo permainannya terlihat santai.

Sejarah Panjang Curling di Dunia

Google Doodle Hari Ini
Curling merupakan olahraga musim dingin yang mengandalkan strategi, presisi, dan kerja sama tim. Permainan ini mempertemukan dua tim yang masing-masing beranggotakan empat pemain. (wikipedia)

Makna Google Doodle hari ini juga berkaitan dengan sejarah panjang curling. Olahraga ini berakar dari Skotlandia, dengan catatan tertulis pertama yang berasal dari tahun 1540. Bahkan, aktivitas serupa curling telah tergambar dalam lukisan seniman Flemish pada abad ke-16.

Awalnya, curling dimainkan di danau dan kolam beku secara alami. Seiring perkembangan zaman, olahraga ini bertransformasi menjadi cabang kompetisi modern yang seluruh pertandingannya kini digelar di arena dalam ruangan dengan suhu dan kualitas es yang dikontrol ketat. Curling berada di bawah naungan federasi internasional yang dikenal sebagai World Curling.

Baca juga  Dulu Anak Sultan Makkah dan Bergelimang Sutra, Sahabat Nabi Ini Wafat dengan Kafan Tak Cukup Tutupi Kaki

Mengapa Curling Tidak Dikenal di Indonesia?

Meski memiliki sejarah panjang dan prestise Olimpiade, curling tidak berkembang di Indonesia karena faktor geografis dan iklim. Sebagai negara tropis, Indonesia tidak memiliki kondisi alam yang mendukung olahraga es.

Namun, melalui Google Doodle hari ini, masyarakat Indonesia dapat mengenal olahraga tersebut tanpa harus datang ke negara bersalju.

Inilah salah satu makna penting Google Doodle hari ini, yakni membuka wawasan global tentang budaya dan olahraga yang berbeda dari keseharian masyarakat lokal.

Makna Google Doodle Hari Ini sebagai Media Edukasi Global

Sejak pertama kali diperkenalkan, Google Doodle kerap digunakan untuk merayakan tokoh, peristiwa sejarah, budaya, hingga olahraga dunia.

Doodle Curling 2026 menjadi contoh bagaimana Google memanfaatkan platform globalnya sebagai media edukasi ringan namun berdampak luas.

Dengan mengangkat curling, Google tidak hanya menyambut Olimpiade Musim Dingin 2026, tetapi juga mengajak pengguna memahami nilai sportivitas, strategi, dan kerja sama tim yang melekat pada olahraga tersebut.

 

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.