Lebih dari sekadar mobil balap klasik, Bugatti Type 59 telah lama dianggap sebagai salah satu harta karun paling berharga di dunia otomotif.
- Monterey Car Week, Panggung Tertinggi Mobil Koleksi
- Bugatti Type 59 Raih Best of Show di Kelas Praperang
- Pergeseran Nilai: Orisinalitas Lebih Mahal dari Restorasi
- Spesifikasi Teknis Bugatti Type 59 yang Revolusioner
- Produksi Sangat Terbatas, Nilai Semakin Meroket
- Rekam Jejak Balap yang Legendaris
- Harga Bugatti Type 59 Tembus Ratusan Miliar
Mobil ini bukan hanya langka, tetapi juga sarat nilai sejarah, teknologi, dan orisinalitas yang kini semakin dihargai oleh para kolektor global. Reputasinya kembali menguat setelah meraih penghargaan tertinggi dalam ajang mobil klasik paling prestisius di dunia.
Monterey Car Week, Panggung Tertinggi Mobil Koleksi
Setiap tahun, Monterey Car Week menjadi magnet utama bagi puluhan ribu kolektor, pakar, dan penggemar mobil klasik dari seluruh dunia.
Berlangsung di Semenanjung Monterey, California, acara ini dianggap sebagai pekan terpenting dalam kalender otomotif koleksi.
Puncak dari rangkaian acara tersebut adalah Pebble Beach Concours d’Elegance, sebuah kompetisi yang menilai mobil bukan hanya dari keindahan visual, tetapi juga sejarah, keaslian, dan signifikansi teknisnya.
Memenangkan ajang ini berarti menempatkan sebuah mobil pada level tertinggi dalam hierarki koleksi dunia.
Bugatti Type 59 Raih Best of Show di Kelas Praperang
Di antara ratusan mobil yang tampil, Bugatti Type 59 Sports tahun 1934 mencuri perhatian dengan meraih penghargaan utama.
Mobil ini tampil dalam kategori Pelestarian Praperang, yakni kelompok kendaraan yang dipertahankan dalam kondisi orisinal, bukan direstorasi total seperti tren lama di dunia mobil klasik.
Keputusan juri memberikan penghargaan tertinggi kepada mobil yang tidak “disempurnakan ulang” ini mencerminkan perubahan besar dalam cara kolektor memandang nilai sebuah kendaraan bersejarah.
Pergeseran Nilai: Orisinalitas Lebih Mahal dari Restorasi

Selama bertahun-tahun, mobil klasik dengan restorasi sempurna, bahkan melampaui standar pabrik, dianggap paling bernilai. Namun kini, paradigma tersebut bergeser.
Banyak ahli sepakat bahwa orisinalitas adalah aset yang tak tergantikan, karena sebuah mobil hanya bisa benar-benar orisinal satu kali sepanjang hidupnya.
Bugatti Type 59 pemenang ini menunjukkan jejak usia secara jujur. Cat luarnya telah mengelupas, memperlihatkan warna biru khas Bugatti di balik lapisan hitam yang diaplikasikan lebih dari delapan dekade lalu. Interior kulitnya tampak pudar, sementara dasbor kayu dan trim interior menunjukkan pernis yang aus akibat waktu.
Spesifikasi Teknis Bugatti Type 59 yang Revolusioner
Secara teknis, Bugatti Type 59 merupakan salah satu mobil balap terakhir Bugatti sebelum Perang Dunia II, yang dirancang langsung oleh Ettore Bugatti bersama putranya, Jean Bugatti.
Mobil ini dibekali mesin delapan silinder segaris berkapasitas 3,3 liter dengan konfigurasi DOHC serta supercharger Roots.
Tenaga yang dihasilkan mencapai sekitar 252 hp, angka yang sangat impresif untuk era 1930-an. Sasisnya dikembangkan dari Bugatti Type 54, namun disempurnakan untuk menekan bobot dan menurunkan pusat gravitasi demi meningkatkan stabilitas menikung.
Produksi Sangat Terbatas, Nilai Semakin Meroket

Kelangkaan menjadi faktor utama yang membuat Bugatti Type 59 begitu bernilai. Antara tahun 1934 hingga 1936, hanya delapan unit yang pernah diproduksi.
Jumlah tersebut menjadikannya salah satu Bugatti paling langka yang masih bertahan hingga saat ini, sekaligus menjelaskan mengapa setiap kemunculannya di publik selalu mengundang perhatian besar.
Rekam Jejak Balap yang Legendaris
Mobil yang memenangkan Best of Show ini memiliki sejarah balap yang luar biasa. Ia merupakan Type 59 pertama yang pernah dibuat dan berhasil memenangkan Grand Prix Belgia 1934.
Mobil ini juga mencatatkan berbagai kemenangan di Eropa bersama pembalap legendaris seperti René Dreyfus dan Jean-Pierre Wimille.
Setelah masa balapnya berakhir, supercharger dilepas dan mobil ini diubah menjadi mobil sport dua tempat duduk, tanpa menghilangkan karakter aslinya.
Bugatti Type 59 tersebut kemudian dibeli oleh Leopold III. Mobil itu dicat ulang dengan warna hitam dan garis emas, sesuai dengan warna resmi keluarga kerajaan Belgia. Menariknya, tampilan tersebut dipertahankan hingga hari ini, memperkuat keaslian dan nilai historisnya.
Harga Bugatti Type 59 Tembus Ratusan Miliar
Dengan sejarah, kondisi orisinal, dan jumlah produksi yang sangat terbatas, tidak mengherankan jika Bugatti Type 59 memiliki nilai fantastis.
Sebagaimana dimuat vtcnews, mobil ini pernah dilelang dengan harga sekitar 10 juta euro, atau setara hampir Rp200 miliar. Angka tersebut mencerminkan posisinya sebagai salah satu mobil koleksi paling berharga di dunia.
Bugatti Type 59 bukan hanya simbol kejayaan balap masa lalu, tetapi juga bukti bahwa dalam dunia otomotif klasik, keaslian dan sejarah sering kali jauh lebih bernilai dibanding kesempurnaan visual semata.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.




