Data Resmi Ungkap Seorang Pemuda Indonesia Jadi Tentara Israel

Santo
Sebuah laporan berbasis data resmi mengungkap fakta yang jarang terdengar di ruang publik Indonesia: seorang pemuda asal Indonesia tercatat sebagai prajurit aktif tentara Israel. (declassifieduk.org)

Sebuah laporan berbasis data resmi mengungkap fakta yang jarang terdengar di ruang publik Indonesia: seorang pemuda asal Indonesia tercatat sebagai prajurit aktif tentara Israel.

Informasi ini bersumber dari dokumen yang dirilis Israel Defense Forces (IDF) sebagai respons atas permintaan kebebasan informasi yang diajukan organisasi non-pemerintah.

Dalam dokumen tersebut, IDF mengonfirmasi bahwa terdapat satu warga negara Indonesia yang terdaftar secara administratif sebagai bagian dari tentara Israel.

Meski identitas personal prajurit itu tidak diungkap ke publik, keberadaan namanya dalam data resmi langsung memicu perhatian luas, mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan memiliki populasi Muslim terbesar di dunia.

Terungkap Lewat Mekanisme Kebebasan Informasi

Sebagaimana dimuat albalad.co, informasi mengenai tentara Israel asal Indonesia ini pertama kali dipublikasikan oleh Declassified UK pada 11 Februari lalu.

Media investigatif tersebut mengutip data yang dirilis IDF setelah menerima permintaan resmi dari organisasi advokasi transparansi bernama Hatzlacha.

Baca juga  7 Co‑Working Space di Purwokerto Ter Rekomended: Tempat Nyaman untuk Kerja, Meeting & Ngopi

Dalam penjelasannya, IDF menegaskan bahwa struktur tentara Israel memang mencakup prajurit dengan latar belakang kewarganegaraan ganda. Sebagian dari mereka memegang paspor negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Kondisi ini dimungkinkan karena hukum kewarganegaraan Israel mengakui dan memperbolehkan status multikewarganegaraan.

Usia Muda, Sudah Lama Bergabung dengan Tentara Israel

Berdasarkan informasi media Timur Tengah, prajurit tentara Israel asal Indonesia tersebut diperkirakan berusia antara 20 hingga 25 tahun.

Ia disebut telah bergabung dengan IDF sejak tiga atau empat tahun lalu, yang berarti proses perekrutan terjadi ketika usianya masih tergolong sangat muda.

Hingga saat ini, tidak ada keterangan resmi terkait latar belakang keluarga, jalur kewarganegaraan, maupun alasan personal yang mendorong pemuda tersebut bergabung dengan tentara Israel.

IDF juga tidak merinci unit, fungsi operasional, atau penempatan tugas yang dijalani oleh prajurit tersebut.

Bukan Kasus Tunggal: Tentara Israel Rekrut Warga 15 Negara Muslim

tentara Israel
Data IDF memperlihatkan bahwa Indonesia bukan satu-satunya negara berpenduduk mayoritas Muslim yang warganya tercatat sebagai bagian dari tentara Israel. (albalad)

Data IDF memperlihatkan bahwa Indonesia bukan satu-satunya negara berpenduduk mayoritas Muslim yang warganya tercatat sebagai bagian dari tentara Israel. Secara keseluruhan, terdapat prajurit dari 15 negara Muslim yang masuk dalam daftar resmi IDF.

Uzbekistan menempati posisi teratas dengan 264 orang, disusul Turki sebanyak 112 orang dan Maroko 72 orang.

Negara lain yang tercatat antara lain Iran (47), Turkmenistan (31), Tunisia (15), Yaman (14), Irak (5), Bosnia (4), serta Suriah (2). Sementara itu, Indonesia, Mesir, Aljazair, dan Uni Emirat Arab masing-masing tercatat satu orang.

Baca juga  Barasuara Serukan Kepedulian untuk Warga Terdampak Bencana Alam di Sumatera

Komposisi ini menunjukkan bahwa tentara Israel memiliki struktur personel yang sangat beragam, terutama di kalangan individu yang memiliki status kewarganegaraan ganda atau berasal dari komunitas diaspora.

Kebijakan Multikewarganegaraan Jadi Faktor Kunci

Israel secara hukum mengizinkan warganya memiliki lebih dari satu kewarganegaraan. Dalam praktiknya, seseorang dapat tetap memegang paspor negara lain, namun secara hukum tetap memiliki kewajiban terhadap negara Israel, termasuk kewajiban militer.

Kebijakan ini menjadi faktor utama yang memungkinkan tentara Israel merekrut prajurit dari latar belakang negara asing, termasuk negara yang secara diplomatik tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel.

Kewajiban militer tetap berlaku bagi warga negara Israel, baik yang lahir di Israel maupun yang memperoleh kewarganegaraan melalui keturunan atau imigrasi.

Isu Tentara Israel dan Sensitivitas Publik Indonesia

Kabar mengenai pemuda Indonesia yang tercatat sebagai tentara Israel berpotensi menimbulkan perdebatan luas di dalam negeri.

Di Indonesia, isu Israel–Palestina selama ini dipandang sebagai persoalan sensitif yang berkaitan dengan solidaritas kemanusiaan, sikap politik luar negeri, dan sentimen publik.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait temuan data tersebut. Tidak diketahui pula apakah pemuda yang dimaksud masih berstatus sebagai warga negara Indonesia atau telah melepaskan kewarganegaraannya secara hukum.

Baca juga  TikTok Luncurkan PineDrama, Aplikasi Film Ultra-Pendek

Transparansi Data dan Dampaknya terhadap Opini Publik

Rilis data oleh IDF menunjukkan bagaimana mekanisme keterbukaan informasi dapat membuka fakta-fakta yang sebelumnya tidak diketahui publik.

Meski bersifat agregat dan tidak menyebut identitas, data tentang tentara Israel dari berbagai negara tetap memiliki dampak besar terhadap diskursus publik, terutama di kawasan dengan sensitivitas geopolitik tinggi.

IDF sendiri menegaskan bahwa keberadaan prajurit dengan latar belakang kewarganegaraan beragam telah lama menjadi bagian dari struktur tentara Israel, dan seluruh proses perekrutan dilakukan sesuai hukum nasional yang berlaku.

Fakta Kecil dengan Dampak Simbolik Besar

Secara angka, keberadaan satu warga asal Indonesia di tubuh tentara Israel memang tergolong sangat kecil.

Namun secara simbolik, fakta ini memiliki bobot besar dan berpotensi memicu diskusi lebih luas mengenai kewarganegaraan, identitas, serta pilihan individu di tengah dinamika global.

Ke depan, perhatian publik diperkirakan akan tertuju pada bagaimana negara asal—termasuk Indonesia—menyikapi fenomena warganya yang terlibat dalam tentara Israel, terutama di tengah konflik geopolitik yang terus berlangsung.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!