Supermoon Cold Moon, bakal terangi Indonesia awal Desember 2025 ini. Langit Indonesia akan menyuguhkan salah satu fenomena astronomi paling menarik di penghujung tahun.
- Apa Itu Cold Moon dan Mengapa Disebut Bulan Dingin?
- Fenomena Cold Moon 2025: Bertepatan dengan Supermoon
- Mengapa Supermoon Cold Moon Sangat Menarik?
- Jadwal Pengamatan Cold Moon di Indonesia
- Tips Mengamati Cold Moon agar Lebih Maksimal
- Potensi Dampak: Peringatan Banjir Rob
- Fakta Menarik Cold Moon 2025
- Makna Spiritual Cold Moon di Berbagai Budaya
Pada 4–5 Desember 2025, masyarakat berkesempatan menyaksikan Supermoon Cold Moon, purnama akhir tahun yang bertepatan dengan jarak terdekat Bulan dari Bumi (perigee).
Kombinasi keduanya membuat Bulan tampak lebih besar, lebih terang, sekaligus menjadi penutup rangkaian purnama sepanjang 2025.
Fenomena Supermoon Cold Moon ini dapat dilihat dari seluruh wilayah Indonesia tanpa memerlukan alat khusus, selama cuaca mendukung.
Selain memberi panorama langit yang indah, kemunculan Cold Moon juga membawa dampak pasang tinggi di sejumlah daerah pesisir.
Apa Itu Cold Moon dan Mengapa Disebut Bulan Dingin?
Cold Moon adalah sebutan tradisional untuk purnama yang terjadi setiap bulan Desember. Istilah ini diwariskan oleh suku asli Amerika Utara, terutama suku Mohawk, yang menamakan setiap bulan purnama berdasarkan kondisi alam dan siklus musim.
Karena Desember menandai masuknya musim dingin ekstrem di belahan Bumi utara, purnama di bulan ini disebut Cold Moon atau “Bulan Dingin”.
Dalam budaya lain, purnama Desember juga memiliki beberapa nama:
- Long Night Moon, karena muncul di sekitar malam terpanjang jelang titik balik musim dingin (winter solstice).
- Moon Before Yule, terkait dengan perayaan musim dingin di Eropa Utara.
- Frost Moon / Winter Moon, yang menggambarkan suhu beku dan lanskap musim dingin.
Meski Indonesia tidak mengalami musim dingin bersalju, istilah Cold Moon digunakan secara global sebagai penanda astronomis sekaligus bagian dari tradisi penamaan purnama.
Pada 2025, Cold Moon menjadi lebih spesial karena sekaligus berstatus Supermoon, sehingga tampak lebih besar dan lebih cerah daripada purnama rata-rata.
Fenomena Cold Moon 2025: Bertepatan dengan Supermoon
Supermoon Cold Moonterjadi ketika purnama bertepatan dengan fase perigee—titik terdekat Bulan dari Bumi dalam orbit elipsnya.
Pada saat itu, ukuran tampak Bulan dapat meningkat sekitar 7–14 persen dan tingkat cahayanya terlihat 30 persen lebih terang dibanding purnama biasa.
Untuk tahun 2025, jadwal penting Cold Moon di Indonesia adalah:
- Perigee: 4 Desember 2025 pukul 18.05–18.07 WIB
- Puncak purnama: 5 Desember 2025 pukul 06.14–06.15 WIB
Awal pengamatan optimal Supermoon Cold Moon: sejak matahari terbenam 4 Desember hingga matahari terbit 5 Desember
Karena selisih waktu antara perigee dan puncak purnama kurang dari 24 jam, fenomena ini dikategorikan sebagai Purnama Perigean, yaitu kondisi supermoon yang paling ideal.
Meskipun titik puncaknya jatuh pada pagi hari, Bulan sudah dapat diamati dengan ukuran tampak yang besar sejak Kamis malam, 4 Desember 2025.
Mengapa Supermoon Cold Moon Sangat Menarik?
Beberapa faktor membuat fenomena ini menjadi salah satu yang paling ditunggu:
1. Ukuran Tampak Lebih Besar
Supermoon Cold Moon tampak hingga 10 persen lebih besar dibanding purnama biasa karena posisi Bulan sangat dekat dengan Bumi, sekitar 356.900 km.
2. Cahaya Jauh Lebih Kuat
Kecerahan Bulan akan meningkat hingga 30 persen, membuat detail permukaan seperti kawah dan “laut” lunar lebih mudah terlihat.
3. Lintasan Bulan Tinggi di Langit
Purnama Desember memiliki lintasan langit yang tinggi karena Matahari sedang berada di posisi terendahnya. Efek ini membuat Bulan bersinar lebih terang sepanjang malam.
4. Supermoon Cold Moon Muncul Bersamaan dengan Planet dan Bintang Terang
Di langit Indonesia, Cold Moon akan tampak berdekatan dengan:
- Gugus bintang Pleiades
- Bintang terang Aldebaran
- Planet Jupiter
- Rasi Orion yang khas di langit Desember
Formasi ini menciptakan panorama langit yang ideal bagi pecinta astronomi maupun fotografi langit.
Jadwal Pengamatan Cold Moon di Indonesia
Berikut momen-momen penting:
4 Desember 2025
18.05–18.07 WIB – Bulan mencapai perigee
Sejak matahari terbenam – Bulan mulai tampak besar di ufuk timur
5 Desember 2025
06.14–06.15 WIB – Puncak fase purnama
Bulan dapat diamati hingga menjelang matahari terbit
Walaupun puncak iluminasi terjadi setelah Subuh, bentuk bulat sempurna Bulan sudah jelas terlihat sepanjang malam sebelumnya.
Tips Mengamati Cold Moon agar Lebih Maksimal
Anda tidak memerlukan teleskop untuk menikmati fenomena ini. Namun, beberapa langkah sederhana akan membuat pengalaman lebih optimal:
1. Pilih Lokasi Minim Polusi Cahaya
Area lapang seperti pantai, pegunungan, bukit, atau lapangan adalah pilihan terbaik.
2. Perhatikan Cuaca
Desember adalah musim hujan. Cek prakiraan cuaca dan tetap pantau langit di malam hari, karena sering kali langit kembali cerah setelah hujan sore.
3. Amati dari Arah Timur
Cold Moon akan tampak paling besar saat baru terbit karena adanya “ilusi Bulan” yang diperkuat oleh objek di horizon.
4. Gunakan Tripod Jika Ingin Memotret
Bagi fotografer, astronom amatir Marufin Sudibyo menyarankan:
- ISO: 100
- Shutter speed: 1/100 detik
- Bukaan sekecil mungkin
Tujuannya agar cahaya terang Bulan tidak membuat foto tampak overexposed.
5. Gunakan Binokular untuk Melihat Detail
Binokular 10×50 sangat ideal untuk menikmati permukaan Bulan tanpa perangkat profesional.
Potensi Dampak: Peringatan Banjir Rob
BMKG mengingatkan bahwa purnama perigean seperti Supermoon Cold Moon berpotensi meningkatkan pasang air laut. Dampaknya dapat dirasakan terutama di wilayah pesisir dataran rendah.
Wilayah yang berpotensi mengalami kenaikan pasang mencakup:
- Pesisir Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Kepulauan Riau
- Banten dan Jakarta Utara
- Pesisir Utara Jawa
- Bali dan Nusa Tenggara
- Beberapa daerah Kalimantan dan Sulawesi
Aktivitas pelabuhan, tambak garam, perikanan darat, dan permukiman pesisir dapat terdampak. Masyarakat dianjurkan memantau peringatan resmi BMKG selama periode supermoon berlangsung.
Fakta Menarik Cold Moon 2025
1. Purnama Terakhir Tahun Ini
Cold Moon menutup rangkaian 12 purnama yang terjadi sepanjang tahun 2025.
2. Supermoon Terbesar Kedua Tahun Ini
Meski besar, Cold Moon masih kalah ukurannya dibanding Supermoon Beaver Moon yang terjadi pada November 2025.
3. Terlihat Sedikit Lebih Kecil dari Supermoon Sebelumnya
Secara visual, perbedaannya sulit dibedakan tanpa alat. Namun secara fotografi, ukuran tampaknya memang sedikit lebih kecil.
4. Bagian dari Siklus Lunar Standstill
BMKG menyebut fenomena ini terjadi selama fase lunar standstill, periode ketika Bulan mencapai titik tertinggi dalam dua dekade orbitnya.
5. Ada Ilusi Bulan di Ufuk
Saat baru terbit, Bulan tampak sangat besar—padahal ukurannya tidak berubah. Efek ini disebut “moon illusion”.
Makna Spiritual Cold Moon di Berbagai Budaya
Selain aspek astronomi, Cold Moon memiliki makna simbolis:
- Momentum refleksi akhir tahun
- Saat untuk mengevaluasi diri dan menetapkan rencana baru
- Penanda berakhirnya siklus dan dimulainya fase baru
Di negara empat musim, purnama ini menjadi bagian dari festival musim dingin dan tradisi pembersihan diri menjelang tahun baru.
Supermoon Cold Moon pada 4–5 Desember 2025 adalah peluang langka untuk menikmati purnama yang lebih besar, lebih terang, dan lebih indah dibanding purnama biasa.
Selain menutup tahun dengan panorama langit yang memukau, fenomena Supermoon Cold Moon ini juga menyimpan aspek budaya, historis, dan ilmiah yang sangat menarik.
Meski ada potensi dampak berupa pasang tinggi di pesisir, masyarakat tetap dapat menikmati momen astronomi ini dengan aman. Cukup cari lokasi yang tepat, pastikan langit cerah, dan nikmati pancaran cahaya Bulan yang memukau.
Fenomena ini akan menjadi salah satu peristiwa langit paling berkesan menjelang akhir tahun. Jangan lupa tandai kalender Anda dan siapkan waktu untuk menengok langit timur pada awal Desember 2025.







