Zootopia 2 akhirnya hadir dengan kepercayaan diri penuh, setelah hampir sepuluh tahun menjadi fenomena global sekaligus pujian kritikus.
Film ini tidak hanya kembali ke dunia yang dicintai banyak penonton, tetapi juga memperluasnya secara berani dengan tema yang lebih dalam dan emosional.
Sekuel ini tetap mempertahankan pesona film pertamanya, namun memberikan sentuhan baru yang membuat kisahnya terasa lebih relevan, lebih tajam, dan lebih hangat.
Kembalinya Judy Hopps dan Nick Wilde
Cerita dimulai tidak lama setelah film pertama berakhir. Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) dan Nick Wilde (Jason Bateman) kini resmi menjadi partner di Zootopia Police Department (ZPD), meski masih dipandang sebagai “anak baru”.
Keduanya tetap menjadi pasangan yang dinamis:
- Judy tampil cerah, ambisius, dan sangat idealis.
- Nick tetap cerdik, skeptis, dan selalu hati-hati.
Aksi keduanya kembali memicu kekacauan, terutama ketika mereka mengabaikan peringatan Chief Bogo (Idris Elba) dan mengejar tersangka yang kabur menggunakan van katering bertuliskan “Amoose Bouche.”
Insiden itu membuat Bogo mengancam akan memisahkan mereka jika kembali melanggar aturan—tekanan yang kemudian memengaruhi misi mereka berikutnya.
Kasus Baru Mengungkap Luka Lama di Kota
Zootopia sedang bersiap merayakan ulang tahun kota yang ke-100. Di momen ini, Judy dan Nick menemukan kasus yang melibatkan karakter baru bernama Gary De’Snake (Ke Huy Quan), sosok sensitif yang membawa warna emosional berbeda dalam cerita.
Lewat Gary, film ini memperkenalkan kelompok reptil—spesies yang selama ini “terhapus” dari narasi utama Zootopia. Ketika seekor reptil muda difitnah melakukan kejahatan, investigasi Judy dan Nick membuka fakta mengejutkan tentang sejarah kota, prasangka sistemik, hingga mitos-mitos yang selama ini mengaburkan kontribusi reptil dalam pendirian Zootopia.
Konflik Lain Zootopia 2: Pembangunan Kota dan Kepentingan Korporasi
Zootopia 2 juga menghadirkan kritik sosial lewat isu pembangunan kota besar-besaran. Keluarga berpengaruh Lynxley berada di pusat kontroversi, memperlihatkan bagaimana kerakusan korporasi sering dibungkus dengan istilah “kemajuan.”
Pawbert Lynxley (disuarakan Andy Samberg), karakter canggung namun simpatik, menjadi sekutu tak terduga yang mengaburkan garis antara privilese dan tanggung jawab.
Sementara itu, Wali Kota Brian Winddancer (Patrick Warburton), seorang aktor yang banting setir jadi politisi, memimpin kota yang perlahan goyah oleh konflik internal.
Pendukung Zootopia 2yang Mencuri Perhatian
Tokoh pendukung tampil di Zootopia 2 sangat kuat. Fortune Feimster sebagai Nibbles Maplestick, podcaster berang-berang penyebar teori konspirasi, menjadi pemecah suasana di setiap adegan. Satire mengenai budaya media dan penyebaran disinformasi terasa cerdas namun tetap lucu.
Di sisi lain, perjalanan emosional Gary De’Snake menjadi jantung cerita. Ia menyoroti perasaan “terhapus” dari masyarakat yang seharusnya inklusif.
Tetap Ceria, Tetap Kritis
Seperti film pertamanya, Zootopia 2 menggunakan visual penuh warna, dunia hewan yang kreatif, serta humor yang cerdas untuk menyampaikan isu-isu penting seperti:
- ketidaksetaraan struktural,
- ketidakadilan sejarah,
- stereotip sosial,
- tekanan psikologis karena menjadi minoritas.
Sebagaimana pendapat filmfare, film Zootopia 2 ini menegaskan bahwa bahkan masyarakat yang terlihat ramah pun bisa tanpa sadar menciptakan luka. Namun tema-tema ini disajikan tanpa membuat film terasa berat.
Hubungan Judy dan Nick Diuji
Persahabatan dan kemitraan Judy dan Nick mendapat ujian terbesar mereka. Cara keduanya belajar memahami diri sendiri dan mempercayai satu sama lain memberi film ini kehangatan yang kuat.
Zootopia 2 berhasil menjadi sekuel yang lebih kaya, lebih dewasa, dan lebih bermakna. Film ini mengingatkan bahwa inklusi bukan hanya slogan, tetapi upaya terus-menerus untuk memperbaiki sejarah, menghadapi kenyataan, dan memastikan semua komunitas merasa dihargai.
Dengan misteri yang seru, komentar sosial yang cerdas, dan cerita yang menyentuh, film ini membuktikan bahwa Zootopia masih memiliki banyak hal untuk disampaikan—dan banyak hati yang ingin disentuh.
Apakah pesan film Zootopia 2 ini dapat sepenuhnya ditangkap penonton anak-anak? Itu masih jadi pertanyaan besar. Namun bagi penonton dewasa, pesan moralnya terasa sangat kuat.







