Sanggar Seni Oemah Gamelan Kabupaten Banyumas kembali menunjukkan eksistensi dan kontribusinya dalam pelestarian seni budaya tradisional Jawa. Melalui konsistensi karya dan pengabdian di bidang seni tari, karawitan, dan pedalangan. Sanggar Oemah Gamelan berhasil meraih Sertifikat Penghargaan sebagai Pelestari Seni Tradisi pada ajang Gelar Tari Jawa Tengah Award 2025.
Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Sanggar Tari Jawa Tengah (FSST) bekerja sama dengan Taman Budaya Jawa Tengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Penghargaan itu, sebagai bentuk apresiasi terhadap sanggar-sanggar yang dinilai aktif, berkelanjutan, serta memiliki peran nyata dalam menjaga dan mengembangkan seni tradisi di Jawa Tengah.
Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Sabtu, 6 Desember 2025, bertempat di Pendapa Ageng Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, dan dihadiri oleh para pelaku seni, pengelola sanggar, akademisi seni, serta perwakilan instansi kebudayaan dari berbagai daerah.
Kiprah Sanggar Oemah Gamelan dalam Gelar Tari Jawa Tengah
Sanggar Oemah Gamelan beralamat di Jalan Jaya Sirayu Gang Perintis No 19, RT 03 RW 03, Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Sebelumnya, Sanggar Oemah Gamelan pernah turut berpartisipasi sebagai penyaji dalam kegiatan Gelar Tari Jawa Tengah #14, yang digelar pada:
Sabtu, 28 Juni 2025
Pukul 19.30 WIB – selesai
Pendapa Ageng Gendhon Humardani
Taman Budaya Jawa Tengah, Jalan Ir. Sutami No. 57, Kentingan, Jebres, Surakarta

Dalam pementasan tersebut, Sanggar Oemah Gamelan menampilkan beberapa karya unggulan yang merepresentasikan kekayaan seni Banyumasan dan nilai-nilai filosofis kehidupan, antara lain:
– Lancaran Kulu-kulu dawah Eling-eling
Sebuah sajian karawitan yang sarat pesan moral dan ajakan untuk selalu eling lan waspada dalam menjalani kehidupan.
– Tari Lengger
Tarian tradisi khas Banyumas yang menampilkan keindahan gerak, ekspresi, dan identitas budaya lokal yang telah diwariskan lintas generasi.
– Drama Tari “Anurog Pulebahas”
Sebuah karya sendra tari yang mengangkat tema cinta, pengorbanan, dan ketulusan, dengan pesan reflektif tentang perjuangan dan pengabdian terhadap sesuatu yang dicintai, termasuk kecintaan terhadap bangsa dan budaya.
Penghargaan Sebagai Motivasi dan Tanggung Jawab
Eko Kuntowibowo, sang pemilik Oemah Gamelan mengatakan, pencapaian ini menjadi bukti bahwa Sanggar Oemah Gamelan Kabupaten Banyumas tidak hanya aktif dalam pementasan. Namun, juga berperan sebagai ruang edukasi, pembinaan generasi muda, serta pusat pengembangan seni tradisi berbasis komunitas.
Dia mengatakan, penghargaan Pelestari Seni Tradisi menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab moral bagi Sanggar Oemah Gamelan untuk terus:
Melestarikan seni tari dan karawitan tradisional,
Mengembangkan kreativitas seni tanpa meninggalkan akar tradisi,
Mendidik generasi muda agar mencintai dan bangga terhadap budaya lokal,
Berkontribusi aktif dalam kegiatan kebudayaan di tingkat daerah maupun provinsi.
Komitmen Berkelanjutan
Ke depan, Sanggar Seni Oemah Gamelan Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas seni, maupun masyarakat luas, demi menjaga keberlanjutan seni tradisi sebagai warisan budaya yang bernilai luhur dan relevan dengan perkembangan zaman.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.







