Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Gus Yasin Gagas Digitalisasi Kisah Para Wali Berbasis AI untuk Dakwah Generasi Muda
BeritaJateng

Gus Yasin Gagas Digitalisasi Kisah Para Wali Berbasis AI untuk Dakwah Generasi Muda

Nestya Zahra
Terakhir diperbarui: 8 Januari 2026 12:00
Nestya Zahra
Membagikan
Wakil Gubernur Gagas Digitalisasi kisah para wali.
Dialog Interaktif Tembayatan Punden dan Belik Kasunanan Kudus, bertema “Menyebarkan Energi Peradaban Aulia”, yang digelar di Kompleks Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Rabu (7/1/2026) malam. Dalam dialog ini, Wagus menggagas digitalisasi kisah para wali. (dok. Pemprov Jateng)
Membagikan

WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menggagas pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mengolah dan mendokumentasikan khazanah atau kisah para wali. Inisiatif ini dinilai penting sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya, sejarah, sekaligus dakwah Islam yang relevan dengan generasi muda.

Gagasan tersebut disampaikan Gus Yasin saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Dialog Interaktif Tembayatan Punden dan Belik Kasunanan Kudus, bertema “Menyebarkan Energi Peradaban Aulia”, yang digelar di Kompleks Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Rabu (7/1/2026) malam.

Menurut Gus Yasin, kisah para wali selama ini lebih banyak disampaikan dalam bentuk cerita lisan atau teks. Padahal, dengan perkembangan teknologi, khazanah tersebut bisa dikemas secara lebih modern dan menarik.

“Para wali ini luar biasa. Kalau bisa, kisah-kisahnya tidak hanya menjadi cerita, tetapi divisualisasikan. Gambar para wali lengkap dengan dawuh-dawuhnya bisa dikemas dengan teknologi AI,” ujar Gus Yasin.

Ia menegaskan, pemanfaatan AI bukan untuk menggantikan peran ulama, kiai, maupun sejarawan. Teknologi hanya menjadi alat bantu agar nilai-nilai keteladanan melalui kisah para wali dengan menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda.

Baca juga  Cuaca Ekstrem Ancam Ketahanan Pangan, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen

“Anak-anak sekarang lebih sering membuka konten singkat di media sosial. Kalau yang muncul itu Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, dengan wajah dan pesan-pesan dakwahnya, tentu akan lebih menarik,” katanya.

Menjawab Tantangan Zaman Digital Lestarikan Kisah Para Wali

Gus Yasin menilai minat generasi muda terhadap sejarah dan peradaban masa lalu semakin menurun. Sejak usia dini, anak-anak sudah diarahkan menguasai teknologi, sehingga waktu untuk mempelajari sejarah menjadi semakin terbatas.

“Fokus mereka lebih ke masa depan. Padahal, sejarah serta kisah para wali penuh dengan nilai perjuangan dan keteladanan yang sangat relevan untuk kehidupan hari ini,” ujarnya.

Putra ulama kharismatik KH. Maimoen Zubair ini juga menyoroti banyaknya kisah para wali dan ulama besar yang mulai terlupakan. Padahal, kisah tersebut bisa menjadi sumber inspirasi dan penguat optimisme.

Ia mencontohkan kisah Abu Yusuf, murid Imam Abu Hanifah yang hidup dalam kemiskinan, namun karena ketekunan dan khidmah kepada gurunya, kelak menjadi ulama besar yang dipercaya penguasa. Contoh lain adalah Fudhail bin ‘Iyadh, seorang begal yang kemudian bertobat dan menjadi wali besar.

Baca juga  Gus Yasin Tak Pandang KTP Soal Bisyaroh, Siapa Menghafal di Jateng Berhak Dapat Hadiah

“Ketika kita mengetahui karamah dan perjalanan hidup para aulia, kita akan optimis. Latar belakang apa pun, setiap orang punya peluang untuk dekat dengan Allah,” katanya.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:berita banjarnegaradigitalisasiGus Yasinkisah para waliseputar banyumas
Artikel Sebelumnya Huntara Korban Longsor Situkung 25 Unit Rampung, Pemkab Banjarnegara Kebut Pembangunan Huntara Korban Longsor Situkung
Artikel Selanjutnya Pancuran pitu Baturraden Menikmati Keunikan Pancuran Pitu Baturraden, Pemandian Belerang Legendaris di Lereng Gunung Slamet
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Rapat MBG dan Validasi data penerima manfaat
Banjarnegara

Rakor MBG Digelar, Pemkab Banjarnegara Tekankan Akurasi Data Penerima Manfaat

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?