PERUSAHAAN Air minum asal China mulai tertarik untuk melakukan investasi dalam pengolahan air bersih di Boyolali, rencana investasi ini langsung ditanggapi positif oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. PT Foshan Jinke yang merupakan perusahaan air minum asal China bakal menanamkan modalnya hingga Rp 160 miliar.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, dengan investasi tersebut, tentu saja membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemprov Jateng dalam menarik investor berkualitas yang tetap memperhatikan aspek lingkungan dan tata ruang.
Hal ini diungkapkannya usai menerima perwakilan PT Foshan Jinke di ruang kerjanya di Kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (15/1/2026).
“Investasi awal diperkirakan sekitar Rp25 sampai Rp30 miliar. Namun seiring berkembangnya industri, nilainya berpotensi meningkat hingga lebih dari Rp100 miliar,” katanya.
Calon Investor Sudah Lakukan Survei Lokasi Air Bersih
Menurut Gus Yasin, rencana investasi tersebut telah melalui tahapan pematangan. Sebelumnya, PT Foshan Jinke bersama PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda) telah melakukan survei terhadap enam lokasi sumber mata air di Jawa Tengah. Dari hasil kajian tersebut, Boyolali dinilai paling memenuhi kriteria.
“Boyolali memiliki sumber mata air yang ideal, kualitasnya baik, serta lokasinya relatif jauh dari kawasan permukiman,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada prinsipnya mendukung penuh masuknya investasi, sepanjang seluruh prosesnya mematuhi regulasi yang berlaku.
“Mulai dari perizinan, pemanfaatan air permukaan maupun air tanah, hingga kepastian lokasi usaha. Kami tidak ingin investasi ini mengganggu lahan persawahan atau merugikan masyarakat,” katanya.
Salah satu syarat utama yang ditekankan Pemprov Jateng adalah jarak aman antara sumber mata air bersih dan kawasan permukiman.
“Minimal dalam radius satu hingga lima kilometer dari sumber mata air tidak terdapat permukiman. Lokasi di Boyolali ini sudah memenuhi ketentuan tersebut,” katanya.
Investasi Air Bersih di Botolali Hingga Rp 160 Miliar
Sementara itu, perwakilan PT Foshan Jinke, Mr. William Yeoh, mengungkapkan ketertarikan perusahaannya berinvestasi di Jawa Tengah berawal dari hasil riset mendalam terhadap kualitas sumber mata air.
“Kami telah melakukan riset dan kunjungan langsung. Kualitas air bersih di Jawa Tengah sangat bersih dan sesuai dengan standar yang kami butuhkan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, total nilai investasi yang disiapkan perusahaan berada pada kisaran 7 hingga 10 juta dolar Amerika Serikat, atau setara sekitar Rp160 miliar.
“Investor kami sangat puas dengan kondisi sumber air di sini. Ini menjadi alasan utama kami memilih Jawa Tengah, khususnya Boyolali,” katanya.
Investasi industri air minum ini diharapkan mampu memperkuat sektor manufaktur berbasis sumber daya alam di Jawa Tengah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







