Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Ekonomi > Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Nestya Zahra
Terakhir diperbarui: 15 Januari 2026 15:11
Nestya Zahra
Membagikan
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
Wagub Jateng saat bertemu dengan calon investor air minum asal China yang akan mengelola air bersih di Boyolali. (dok. Pemprov Jateng)
Membagikan

PERUSAHAAN Air minum asal China mulai tertarik untuk melakukan investasi dalam pengolahan air bersih di Boyolali, rencana investasi ini langsung ditanggapi positif oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. PT Foshan Jinke yang merupakan perusahaan air minum asal China bakal menanamkan modalnya hingga Rp 160 miliar.

Contents
  • Calon Investor Sudah Lakukan Survei Lokasi Air Bersih
  • Investasi Air Bersih di Botolali Hingga Rp 160 Miliar

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, dengan investasi tersebut, tentu saja membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemprov Jateng dalam menarik investor berkualitas yang tetap memperhatikan aspek lingkungan dan tata ruang.

Hal ini diungkapkannya usai menerima perwakilan PT Foshan Jinke di ruang kerjanya di Kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (15/1/2026).

“Investasi awal diperkirakan sekitar Rp25 sampai Rp30 miliar. Namun seiring berkembangnya industri, nilainya berpotensi meningkat hingga lebih dari Rp100 miliar,” katanya.

Calon Investor Sudah Lakukan Survei Lokasi Air Bersih

Menurut Gus Yasin, rencana investasi tersebut telah melalui tahapan pematangan. Sebelumnya, PT Foshan Jinke bersama PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda) telah melakukan survei terhadap enam lokasi sumber mata air di Jawa Tengah. Dari hasil kajian tersebut, Boyolali dinilai paling memenuhi kriteria.

Baca juga  Swasembada Pangan 2025, Tonggak Sejarah Kemandirian Pangan Indonesia

“Boyolali memiliki sumber mata air yang ideal, kualitasnya baik, serta lokasinya relatif jauh dari kawasan permukiman,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada prinsipnya mendukung penuh masuknya investasi, sepanjang seluruh prosesnya mematuhi regulasi yang berlaku.

“Mulai dari perizinan, pemanfaatan air permukaan maupun air tanah, hingga kepastian lokasi usaha. Kami tidak ingin investasi ini mengganggu lahan persawahan atau merugikan masyarakat,” katanya.

Salah satu syarat utama yang ditekankan Pemprov Jateng adalah jarak aman antara sumber mata air bersih dan kawasan permukiman.

“Minimal dalam radius satu hingga lima kilometer dari sumber mata air tidak terdapat permukiman. Lokasi di Boyolali ini sudah memenuhi ketentuan tersebut,” katanya.

Investasi Air Bersih di Botolali Hingga Rp 160 Miliar

Sementara itu, perwakilan PT Foshan Jinke, Mr. William Yeoh, mengungkapkan ketertarikan perusahaannya berinvestasi di Jawa Tengah berawal dari hasil riset mendalam terhadap kualitas sumber mata air.

“Kami telah melakukan riset dan kunjungan langsung. Kualitas air bersih di Jawa Tengah sangat bersih dan sesuai dengan standar yang kami butuhkan,” ujarnya.

Baca juga  Peduli Lingkungan, Polres Banjarnegara Tanam Pohon di Lokasi Longsor

Ia menyebutkan, total nilai investasi yang disiapkan perusahaan berada pada kisaran 7 hingga 10 juta dolar Amerika Serikat, atau setara sekitar Rp160 miliar.

“Investor kami sangat puas dengan kondisi sumber air di sini. Ini menjadi alasan utama kami memilih Jawa Tengah, khususnya Boyolali,” katanya.

Investasi industri air minum ini diharapkan mampu memperkuat sektor manufaktur berbasis sumber daya alam di Jawa Tengah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:Air BersihInvestorseputar banyumasWagub Jateng
Artikel Sebelumnya djoko susanto Bantah Narasi “Lawan Tak Seimbang”, Djoko Susanto Tegaskan Kemenangan Anthon Donovan di Mahkamah Agung
Artikel Selanjutnya Restorative Justice Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?