Bukan Musang King atau Bawor, Ini Durian Tedjo Asal Sigaluh Banjarnegara: Stok Langka, Rasa Premium!

Heri C
Eko Waluyo atau Eko 'Ndirun' menunjukkan durian 'Tedjo' yang istimewa, Selasa (20/1/2026). (dok Heri C)

Di tengah gempuran varietas durian modern yang naik daun seperti Musang King dan Bawor, sebuah “harta karun” tersembunyi masih kokoh bertahan di tanah Banjarnegara, Jawa Tengah.

Adalah Durian Tedjo, varietas lokal unggulan asal Dusun Dirun, Desa Singomerto, Kecamatan Sigaluh, yang kini tengah mencuri perhatian para pemburu buah eksotis.

Bukan sekadar menawarkan sensasi rasa premium yang memikat lidah, durian legendaris ini ternyata menyimpan kisah sejarah panjang dan nilai apresiasi tinggi yang membuatnya tetap eksis di tengah persaingan durian kelas dunia.

Durian Tedjo dikenal luas sebagai durian lokal bercita rasa kelas atas. Nama “Tedjo” bukan sekadar penanda varietas, melainkan bentuk penghormatan warga kepada mantan Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, yang akrab disapa Pak Tedjo.

Petani setempat, Eko Waluyo atau yang dikenal dengan sapaan Eko Ndirun, menuturkan bahwa penamaan durian tersebut berawal dari momen rintisan Festival Durian Banjarnegara beberapa tahun silam. Saat itu, Pak Tedjo berkunjung ke Dusun Dirun dan mencicipi salah satu varietas durian lokal terbaik milik warga.

Baca juga  Dibalik Aroma Khas Teh Sangan dari Lereng Kalibening

“Beliau sangat terkesan. Pak Tedjo berpesan agar durian itu dirawat dengan baik dan jangan sampai punah,” ujar Eko saat ditemui di kediamannya, Selasa (20/1/2026).

Kesan mendalam tersebut kemudian melahirkan nama Durian Tedjo sebagai bentuk apresiasi masyarakat. Seiring waktu, durian ini pun memiliki cerita dan legenda tersendiri di kalangan pecinta durian.

Ciri Fisik Durian Tedjo

Secara fisik, Durian Tedjo memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Bentuk buahnya menampilkan guratan juring menyerupai belimbing yang tampak tegas. Saat dibelah, daging buahnya berwarna kuning pekat menyerupai cahaya rembulan, dengan lapisan mengilap seperti kaca namun tetap kering di tangan.

Soal rasa, Durian Tedjo menawarkan sensasi pulen yang langsung lumer di mulut. Manisnya terasa kuat dan bersih, mencerminkan karakter durian unggulan khas Banjarnegara yang digemari kolektor rasa.

Namun, durian ini tergolong langka. Satu pohon indukan hanya mampu menghasilkan sekitar 300 hingga 500 butir per musim. Kelangkaan tersebut membuat Durian Tedjo masuk kategori durian lokal unggulan yang tersembunyi.

Baca juga  PT Indonesia Power UBP Mrica Perkuat Budaya K3 demi Wujudkan Zero Harm dan Zero Loss

Dari sisi harga, Durian Tedjo dibanderol antara Rp75 ribu hingga Rp150 ribu per butir, tergantung ukuran dan kualitas. Menariknya, durian ini tidak dijual kiloan. “Ini durian lokal, tapi kelasnya premium. Kalau dibandingkan Musang King yang bisa ratusan ribu bahkan setengah juta rupiah, Durian Tedjo punya keunggulan rasa dan nilai sejarah yang tidak bisa digantikan,” kata Eko.

Popularitas Durian Tedjo yang kian meluas, terutama melalui media sosial, justru menghadirkan tantangan baru. Banyak pembeli kini langsung memesan ke petani, sehingga stok di pasar eceran sering kali habis sebelum sempat dipajang.

Di sisi lain, Eko juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap keberlangsungan durian lokal asli. Menurutnya, varietas lokal berkualitas tinggi di wilayah tersebut kini hanya tersisa sekitar 5 hingga 10 persen, akibat maraknya praktik top working atau penggantian varietas.

Bagi penikmat durian yang ingin mencicipi “Durian Bupati” ini, pemesanan jauh-jauh hari sangat disarankan. Sebab, menikmati Durian Tedjo bukan sekadar memanjakan lidah, melainkan juga merayakan sepotong sejarah dari tanah Banjarnegara.

Baca juga  DPRD Banjarnegara Sepakati Pergantian Ketua, Slamet Resmi Diusulkan Gantikan Anas Hidayat

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.