Rekor Umrah Ramadan, 904 Ribu Jemaah Padati Masjidil Haram

Santo
Jumlah jemaah Umrah dan jamaah salat di Masjidil Haram mencatat sejarah baru pada Ramadan 2026. (theislamicinformation)

Jumlah jemaah Umrah dan jamaah salat di Masjidil Haram mencatat sejarah baru pada Ramadan 2026. Dalam satu hari, tepatnya Sabtu, 4 Ramadan 1447 Hijriah, sebanyak 904.000 jemaah memadati area Masjid al-Haram di Makkah. Angka ini menjadi jumlah tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah masjid suci umat Islam tersebut.

Lonjakan luar biasa ini terjadi pada akhir pekan pertama Ramadan, periode yang secara tradisional memang mengalami peningkatan signifikan jumlah peziarah.

Jutaan umat Muslim dari berbagai negara memilih awal Ramadan sebagai momentum untuk menunaikan Umrah sekaligus memperbanyak ibadah di Tanah Suci.

Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Masjidil Haram

Pihak berwenang Arab Saudi menyebutkan bahwa angka 904.000 jemaah dalam satu hari merupakan rekor harian tertinggi sejak Masjid al-Haram berdiri.

Jumlah tersebut mencakup jemaah yang melaksanakan Umrah, menunaikan salat lima waktu, mengikuti salat Tarawih, hingga melakukan ibadah sunnah seperti membaca Al-Qur’an dan berzikir.

Masjid al-Haram menjadi pusat aktivitas ibadah yang nyaris tak pernah sepi sepanjang hari itu. Area mataf, pelataran masjid, hingga jalur-jalur pejalan kaki dipenuhi jemaah dengan arus pergerakan yang terus mengalir sejak dini hari hingga larut malam.

Baca juga  Pesawat Ruang Angkasa Soviet Kosmos 482, Akan Jatuh ke Bumi Setelah 50 Tahun Terombang-ambing

Lonjakan Jemaah Umrah di Akhir Pekan Pertama Ramadan

Akhir pekan pertama Ramadan dikenal sebagai periode favorit bagi jemaah internasional. Selain bertepatan dengan libur di banyak negara, awal Ramadan juga dianggap sebagai waktu ideal untuk memulai ibadah dengan suasana spiritual yang kuat.

Pada Ramadan 2026 ini, tren tersebut tampak semakin jelas. Peningkatan jumlah penerbangan internasional menuju Arab Saudi, kemudahan visa Umrah, serta membaiknya konektivitas global pascapandemi turut berkontribusi pada membludaknya jemaah di Makkah.

Strategi Manajemen Kerumunan Diuji

Umrah
Petugas keamanan, relawan, serta tenaga pelayanan dikerahkan dalam jumlah besar untuk memastikan kelancaran ibadah umrah. (theislamicinformation)

Menghadapi lonjakan jemaah dalam skala historis, Otoritas Umum untuk Pengelolaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menerapkan strategi manajemen kerumunan yang ketat dan terintegrasi.

Petugas keamanan, relawan, serta tenaga pelayanan dikerahkan dalam jumlah besar untuk memastikan kelancaran ibadah.

Pengaturan jalur masuk dan keluar, pemanfaatan penuh area salat, serta distribusi jemaah ke berbagai zona dilakukan secara real time. Sistem pemantauan digital dan kamera pengawas membantu petugas mengidentifikasi titik kepadatan dan segera mengambil langkah penguraian massa.

Operasional Tetap Lancar Meski Jemaah Membludak

Menariknya, meskipun jumlah jemaah mencapai angka yang belum pernah terjadi sebelumnya, operasional Masjid al-Haram dilaporkan berjalan lancar. Tidak ada laporan gangguan besar, baik dari sisi keamanan maupun kesehatan.

Baca juga  Apakah Aman Berolahraga Saat Puasa? Ini Waktu Terbaik dan Tips Agar Tetap Bugar Selama Ramadan

Petugas pengawal Saudi terlihat aktif membantu jemaah, terutama di area mataf, memastikan pergerakan tawaf tetap teratur.

Jalur pejalan kaki dan halaman masjid dimanfaatkan secara maksimal, mencerminkan kesiapan infrastruktur yang telah dipersiapkan selama bertahun-tahun.

Bukti Keberhasilan Proyek Perluasan Masjid

Para pejabat menilai rekor ini sebagai bukti nyata keberhasilan proyek perluasan dan modernisasi Masjid al-Haram yang terus dilakukan Arab Saudi.

Penambahan kapasitas area salat, peningkatan sistem pendingin, serta pengembangan fasilitas pendukung telah meningkatkan daya tampung masjid secara signifikan.

Selain memperbesar kapasitas fisik, peningkatan layanan seperti sistem transportasi internal, manajemen waktu tawaf, dan fasilitas ramah lansia turut meningkatkan kenyamanan jemaah.

Hal ini memungkinkan Masjid al-Haram menampung hampir satu juta orang dalam satu hari tanpa mengorbankan keselamatan dan kekhusyukan ibadah.

Tren Rekor Jamaah Terus Berulang Setiap Ramadan

Dalam beberapa tahun terakhir, rekor jumlah jemaah harian di Masjid al-Haram terus terpecahkan selama bulan Ramadan.

Fenomena ini menunjukkan tren pertumbuhan berkelanjutan minat umat Muslim dunia untuk menunaikan Umrah, khususnya pada bulan suci.

Baca juga  Benih Inpago Unsoed Protani, Varietas Unggulan Ini Diklaim Bisa Mengubah Nasib Petani

Peningkatan ini juga sejalan dengan visi Arab Saudi dalam mengembangkan sektor pelayanan haji dan umrah sebagai bagian dari transformasi nasional. Pemerintah setempat menargetkan peningkatan kualitas pengalaman spiritual sekaligus efisiensi layanan bagi jutaan tamu Allah.

Potensi Rekor Baru di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

Para pengamat memperkirakan angka 904.000 jemaah ini belum menjadi puncak. Seiring berjalannya Ramadan, jumlah jemaah diprediksi akan kembali melonjak, terutama memasuki sepuluh hari terakhir.

Periode tersebut dikenal sebagai waktu paling istimewa karena adanya malam Lailatul Qadar, yang diyakini memiliki keutamaan lebih baik dari seribu bulan.

Tradisi i’tikaf dan peningkatan ibadah di penghujung Ramadan hampir selalu mendorong lonjakan kunjungan ke Masjid al-Haram.

Simbol Kerinduan Umat Islam Dunia

Rekor ini tidak hanya mencerminkan kesiapan infrastruktur dan manajemen, tetapi juga menunjukkan kerinduan umat Islam dunia untuk berkumpul dan beribadah di tempat paling suci.

Masjid al-Haram kembali menjadi saksi bagaimana jutaan manusia dari berbagai bangsa, bahasa, dan latar belakang bersatu dalam satu tujuan spiritual.

Dengan masih panjangnya sisa Ramadan 2026, Masjid al-Haram diperkirakan akan terus menjadi pusat konsentrasi ibadah terbesar di dunia, sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan spiritual umat Islam global.

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!