Dari Ebeg hingga Adat Jawa, Muscam XI Golkar Cilacap Jadi Panggung Pelestarian Budaya Lokal

Faiz Ardani
Ketua DPD Golkar Cilacap berbaur dengan pertunjukan barongan ebeg. (Faiz Ardani).

Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Cilacap di Bantarsari tampil dengan konsep berbeda. Tak hanya menjadi forum pembentukan kepengurusan partai, kegiatan ini juga diwarnai berbagai pertunjukan kesenian tradisional sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.

Muscam yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) itu menghadirkan suasana meriah dengan penampilan ebeg atau kuda kepang, prosesi mantenan adat jawa, hingga tarian tradisional Jawa. Nuansa budaya tersebut menjadi warna tersendiri dalam agenda konsolidasi organisasi Partai Golkar.

Muscam dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Cilacap sekaligus Anggota DPR RI Teti Rohatiningsih, mantan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Sekretaris DPD Golkar Cilacap yang juga Ketua Komisi C DPRD Cilacap Mitra Patriasmoro, jajaran pengurus partai, serta ratusan kader.

 

Muscam Dikemas dengan Nuansa Budaya

Peserta calon pendaftar Pimpinan Kecamatan mengenakan pakaian adat jawa. (Faiz Ardani).
Ketua DPD Golkar Cilacap melantik 5 Pimpinan Kecamatan usai terpilih saat Muscam. (Faiz Ardani).

Suasana Muscam kali ini terasa lebih meriah. Proses pendaftaran dan pengenalan calon pimpinan kecamatan dilakukan dengan iringan berbagai kesenian tradisional, mulai dari ebeg atau kuda kepang, prosesi mantenan, hingga tarian adat Jawa. Penampilan budaya tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan mendapat apresiasi dari para peserta.

Baca juga  Hari Ketiga Tragedi Longsor Majenang: 8 Korban Berhasil Dievakuasi, 12 Warga Masih Dicari!

Ketua DPD Partai Golkar Cilacap, Teti Rohatiningsih, mengaku terkejut sekaligus bangga melihat antusiasme kader yang menghadirkan unsur budaya dalam agenda organisasi.

“Ini agak unik juga dan di luar ekspektasi saya. Mungkin karena mereka begitu bahagia melaksanakan Muscam ini. Yang penting kebersamaan dan persatuan tetap dijaga,” kata Teti.

Menurutnya, budaya yang ditampilkan dalam Muscam menjadi bentuk kecintaan terhadap bangsa sekaligus upaya menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus zaman.

“Ternyata budaya-budaya kita banyak sekali ditampilkan. Inilah bentuk cinta kepada negara dan budaya kita. Kalau bukan kita yang uri-uri, siapa lagi?” ujarnya.

Teti juga mengapresiasi panitia penyelenggara dan bidang organisasi yang mampu menghadirkan konsep Muscam berbeda dibanding pelaksanaan sebelumnya.

“Antusiasme masyarakat dan kader Golkar sangat terasa. Ini menjadi warna baru dalam pelaksanaan Muscam,” tambahnya.

 

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kecamatan

Ketua DPD Golkar Cilacap melantik 5 Pimpinan Kecamatan usai terpilih saat Muscam. (Faiz Ardani).
Ketua DPD Golkar Cilacap melantik 5 Pimpinan Kecamatan usai terpilih saat Muscam. (Faiz Ardani).

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Muscam juga menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi Partai Golkar di Kabupaten Cilacap.

Teti menjelaskan, hingga saat ini sudah sembilan kecamatan yang menyelesaikan proses Muscam. Tahapan berikutnya akan dilanjutkan di sejumlah daerah pemilihan lain hingga seluruh 24 kecamatan di Cilacap memiliki kepengurusan baru.

Baca juga  Bupati Cilacap Genjot Perbaikan Jalan, Jalur Mudik Ditargetkan Mulus Saat Lebaran 2026

Ia menegaskan, Muscam merupakan amanat organisasi yang harus dilaksanakan sesuai AD/ART partai. Sebelum pelaksanaan tingkat daerah pemilihan, seluruh kecamatan juga telah melalui tahapan pra-Muscam untuk mencapai kesepakatan secara musyawarah dan mufakat. “Siapapun yang terpilih, itulah yang terbaik untuk Partai Golkar di masing-masing kecamatan,” tegasnya.

Teti berharap para ketua PK yang baru dapat bekerja keras membangun organisasi sekaligus hadir di tengah masyarakat.

“Ke depan tidak mudah meraih simpati masyarakat. Karena itu kader Golkar harus terus bersama rakyat, mendengar, menindaklanjuti, dan mengayomi masyarakat. Suara rakyat adalah suara Golkar,” pungkasnya.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!