Ancaman abrasi Sungai Ladu di Desa Plorengan, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara kian mengkhawatirkan. Derasnya arus sungai tercatat mulai merusak area perkebunan warga dan mengancam mata pencaharian petani setempat, Minggu (4/1/2026).
Kondisi ini memicu aksi tanggap darurat dari warga setempat. Tak tinggal diam melihat lahan mereka “dimakan” sungai, puluhan warga bersama aparat TNI dari Koramil Kalibening turun ke lokasi untuk melakukan kerja bakti massal.
Menariknya, karena keterbatasan sarana, mereka memanfaatkan ban bekas sebagai tanggul darurat untuk menahan laju abrasi yang kian ganas.
Bahu-Membahu Lawan Arus
Sejak pukul 08.00 WIB, suasana di bantaran Sungai Ladu tampak sibuk. Personel TNI dan warga bahu-membahu menata ban bekas yang diisi material tanah dan batu. Barisan ban ini diharapkan mampu memecah kebisingan ombak sungai dan melindungi tebing lahan pertanian yang kian menipis.
Kepala Desa Plorengan, Risno, mengungkapkan bahwa abrasi ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun, seiring tingginya intensitas hujan di awal tahun 2026, debit air sungai meningkat tajam dan membuat pengikisan lahan terjadi lebih cepat.
”Ini upaya sementara agar arus sungai tidak langsung menggerus lahan pertanian warga. Kami gunakan ban bekas sebagai perisai darurat,” ujar Risno kepada awak media, Minggu (4/1/2026).
Menanti Solusi Permanen
Meski aksi gotong royong ini memberikan sedikit rasa aman, Risno mengakui bahwa kekuatan ban bekas memiliki batas. Keterbatasan anggaran desa menjadi kendala utama mengapa tanggul permanen belum kunjung dibangun.
Pihak desa pun menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara untuk segera turun tangan.
“Kami berharap pemerintah daerah memberikan perhatian dengan membangun talud penahan sungai secara permanen. Jika tidak, fasilitas umum dan lahan tani warga akan terus hilang setiap kali hujan deras datang,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga-jaga di sekitar lokasi, terutama saat mendung mulai menggelayut di langit Kalibening, demi mengantisipasi adanya kenaikan debit air sungai yang mendadak.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







