Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Salah satunya dilakukan melalui sosialisasi bahaya narkoba di SMP Negeri 1 Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan yang digelar di ruang indoor sekolah itu diikuti 776 siswa, serta dihadiri guru, karyawan, dan staf tata usaha.
Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNK Purbalingga, Asni Setiasih, menekankan pentingnya penguatan Program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak – Bersih dari Narkoba) sebagai program nasional yang menyasar pelajar sejak usia dini. Program ini ditargetkan menjangkau 100 ribu pelajar di wilayah Purbalingga dan Banjarnegara, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK.
“Anak-anak harus paham jenis-jenis narkoba dan turunannya, serta memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaannya,” ujar Asni.
Menurut Asni, BNNK Purbalingga mencatat kondisi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar masih memprihatinkan. Sepanjang 2025, dari sekitar 40 klien yang ditangani Klinik BNNK Purbalingga, sebanyak 25 di antaranya merupakan pelajar. Temuan ini menunjukkan bahwa pelajar menjadi kelompok rentan dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Menurut Asni, strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tidak cukup hanya berfokus pada pengenalan jenis dan dampak narkoba. Penguatan karakter, ketahanan diri, serta keberanian menolak narkoba dinilai menjadi kebutuhan mendesak di lingkungan pendidikan.
Asni menambahkan, percepatan Program Ananda Bersinar dapat dilakukan melalui Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) dengan menyisipkan pesan-pesan anti narkoba dalam berbagai mata pelajaran, seperti Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, hingga kegiatan ekstrakurikuler, termasuk Gerakan Pramuka.
Apresiasi Langkah BNNK Purbalingga
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara, Teguh Handoko. sangat mengapresiasi langkah BNNK Purbalingga karena dinilai sejalan dengan implementasi program nasional 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).

“Sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak, agar berani menolak praktik penyalahgunaan narkoba dan terhindar dari kerusakan mental,” kata Teguh.
Ia juga menyatakan kesiapan Dindikpora untuk menjalin kerja sama guna mendukung target sasaran 100 ribu pelajar Bersinar.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat sinergi antara Dindikpora Banjarnegara dan BNNK Purbalingga, sekaligus menjaga keberlanjutan upaya war on drugs di lingkungan pendidikan.
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.



