Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banyumas > Dejarumi Berdayakan Penjahit Disabilitas, Ubah Limbah Kain Perca Jadi Produk Bernilai Jual
BanyumasEkonomi

Dejarumi Berdayakan Penjahit Disabilitas, Ubah Limbah Kain Perca Jadi Produk Bernilai Jual

Besari
Terakhir diperbarui: 7 November 2025 15:10
Besari
Membagikan
Sejumlah penyandang disabilitas tunarungu dan tuna wicara nampak antusias mengubah tumpukan kain perca menjadi karya bernilai ekonomi, Rabu (15/11/2025). Dejarumi Purwokerto
Sejumlah penyandang disabilitas tunarungu dan tuna wicara nampak antusias mengubah tumpukan kain perca menjadi karya bernilai ekonomi, Rabu (15/11/2025).
Membagikan

Dejarumi memberdayakan penjahit disabilitas untuk mengubah limbah kain perca jadi produk bernilai jual.

Contents
  • Berdayakan Penyandang Disabilitas
  • Strategi Pemasaran
  • Strategi Pemasaran

Kain perca yang tadinya hanya jadi sampah, kini disulap menjadi produk bernilai jual tinggi di tangan-tangan terampil.

Di Purwokerto, sebanyak 12 penyandang disabilitas tunarungu dan tuna wicara nampak sibuk mengolah tumpukan sisa kain produksi itu menjadi kerajinan cantik yang siap dipasarkan.

Pemandangan penuh semangat ini terlihat dalam pelatihan keterampilan menjahit yang digelar di tempat produksi Fashion Dejarumi Purwokerto Barat, Rabu (15/11/2025).

Mereka bukanlah orang baru. Para peserta ini sehari-harinya memang telah menjadi bagian penting dalam proses produksi berbagai koleksi di UMKM tersebut.

Bagi Dejarumi, kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu. UMKM yang bergerak dibidang Fashion itu memiliki komitmen kuat untuk terus memberdayakan penyandang disabilitas.

Berdayakan Penyandang Disabilitas

Tujuannya jelas, agar penyandang disabilitas lebih mandiri secara ekonomi melalui keterampilan menjahit dan kreativitas tanpa batas.

Owner Dejarumi Purwokerto, Ari Nugroho, mengatakan bahwa ide pelatihan ini berawal dari keinginan untuk mengoptimalkan sisa kain produksi agar tidak menjadi limbah. Lamngkah ini, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular.

Baca juga  UMR 2026 Diprediksi Naik 8,5–10,5 Persen, Buruh dan Pengusaha Bersiap

“Hari ini di Dejarumi ada pelatihan menjahit kain perca. Jadi kita memanfaatkan kain-kain perca dari sisa potongan jahitan untuk dibuat menjadi dompet supaya lebih bernilai guna,” katanya.

Pada saat pelatihan yang hangat itu, para peserta fokus belajar membuat pouch tempat make-up dan tas kecil.

Strategi Pemasaran

Hasil karya mereka tidak akan disimpan sendiri; produk-produk unik ini akan langsung dipasarkan secara digital melalui media sosial dan marketplace. Selain itu juga secara luring melalui berbagai pameran kerajinan.

Kegiatan positif ini juga merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Telkom University Purwokerto.

Ini adalah kelanjutan dari program sebelumnya, di mana para peserta yang sama telah dibekali pelatihan pembuatan konten digital.

Strategi Pemasaran

Keterampilan ini menjadi modal penting untuk mendukung strategi promosi di media sosial yang telah direncanakan. Ari pun berharap langkah ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak.

“Ini baru dilaksanakan dan diharapkan ke depan mungkin ada juga instansi lain yang mau men-support kegiatan Dejarumi bersama teman-teman disabilitas lainnya,” kata Ari.

Baca juga  Kisah Dejarumi, Dompet dan Tas Karya Menyulap Limbah Menjadi Berkah

Antusiasme para peserta pun tak tersembunyi. Salah satunya Tati Dumilah, warga Kemutug Kidul Baturraden. Melalui seorang penerjemah bahasa isyarat, ia mengungkapkan rasa syukurnya.

“Tadi belajar menjahit dompet di pelatihan. Terima kasih untuk Dejarumi karena teman-teman tuli bisa belajar di pelatihan ini,” kata Tati.

TAG:dejarumi purwokerto
Artikel Sebelumnya PSCS Cilacap Makin Menyedihkan, Direktur Utama PSCS Cilacap Mengundurkan Diri Jelang Liga 4
Artikel Selanjutnya PSCS Cilacap Setelah Direktur Utama PSCS Cilacap Mundur, Begini Tanggapan Ketua Umum DPP Lanus
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Prakiraan cuaca purwokerto banyumas 16-17 januari 2026
BanyumasRagam

Prakiraan Cuaca Purwokerto Saat Long Weekend 16–18 Januari 2026, Hujan atau Cerah?

Oleh Kurnia
es brasil purwokerto
Banyumas

Es Brasil Purwokerto Bukan dari Brazil, Ini Sejarah Nama dan Cita Rasanya

Oleh Kurnia
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
djoko susanto
Banyumas

Bantah Narasi “Lawan Tak Seimbang”, Djoko Susanto Tegaskan Kemenangan Anthon Donovan di Mahkamah Agung

Oleh Besari
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?