Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > Isu HAM Menguat, Negara Pantau Layanan Rehabilitasi Disabilitas Psikososial
BanjarnegaraBeritaNasional

Isu HAM Menguat, Negara Pantau Layanan Rehabilitasi Disabilitas Psikososial

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 19 Desember 2025 12:27
Syarif TM
Membagikan
Layanan Rehabilitasi
Wamen HAM saat melakukan kunjungan dan memastikan layanan panti rehabilitasi disabilitas dan psikososial berjalan tanpa melanggar HAM. (Syarif/SB)
Membagikan

PEMENUHAN hak asasi manusia (HAM) bagi penyandang disabilitas psikososial menjadi perhatian serius negara. Berbagai temuan di sejumlah daerah masih menunjukkan adanya praktik diskriminatif dan perlakuan tidak manusiawi dalam layanan rehabilitasi berbasis institusi, mulai dari pembatasan kebebasan bergerak, pemaksaan pengobatan, hingga tidak tersedianya mekanisme pengaduan yang aman dan efektif.

Contents
  • Pantauan Langsung Layanan Rehabilitasi di Banjarnegara
  • Transformasi Layanan Panti Rehabilitasi Jadi Gerakan Nasional
  • Apresiasi Wamen HAM
  • Ada Praktik Baik yang Dapat Diadopsi dari Sistem Layanan Panti di Banjarnegara

Sebagai respons atas kondisi tersebut, Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRY) bekerja sama dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND) menggelar kegiatan Pemantauan Bersama Panti/Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Psikososial di Banjarnegara, Kamis (18/12/2025).

Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana transformasi Panti/Balai Rehabilitasi menuju layanan yang terbuka dan berbasis Hak Asasi Manusia (HAM).

Pantauan Langsung Layanan Rehabilitasi di Banjarnegara

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto, Komisioner KND Jonna Aman Damanik, Partnership Coordinator Program INKLUSI Shinta Widi Mulyani, Asisten Deputi Kesejahteraan Lanjut Usia dan Disabilitas Kemenko PMK Ricky Radius Siregar, serta 78 peserta dari unsur kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas disabilitas psikososial.

Baca juga  Infrastruktur Pengairan Jateng Tekan Rob dan Perkuat Suplai Irigasi Pertanian

Pemantauan bersama ini bertujuan mendorong transformasi layanan rehabilitasi agar lebih terbuka, transparan, dan akuntabel, serta berorientasi pada penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM bagi Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP). Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengawasan multipihak terhadap praktik layanan rehabilitasi di Indonesia.

Di tengah tantangan yang masih dihadapi, sejumlah praktik baik mulai berkembang. Melalui dukungan Program Kemitraan Australia–Indonesia Menuju Masyarakat Inklusi (INKLUSI), PRY bersama Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM) melakukan pendampingan terhadap Balai Rehabilitasi Pamardi Rahardjo di Kabupaten Banjarnegara.

Transformasi Layanan Panti Rehabilitasi Jadi Gerakan Nasional

Pendampingan tersebut meliputi penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan, penguatan pemulihan berbasis keluarga dan komunitas melalui Family and Community Support Group (FCSG), serta kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dinas tenaga kerja untuk pengembangan keterampilan dan peningkatan kemandirian penerima manfaat. Model layanan ini dinilai sebagai praktik baik yang berpotensi direplikasi di daerah lain.

Partnership Coordinator Program INKLUSI, Shinta Widi Mulyani, menegaskan bahwa transformasi panti rehabilitasi harus menjadi gerakan nasional, bukan hanya terbatas di satu wilayah.

Baca juga  Awal 2026, Bupati Banjarnegara Tancap Gas: Proyek Besar Wajib Tuntas 9 Bulan

“Kami berharap praktik layanan rehabilitasi berbasis HAM ini dapat diperluas ke berbagai daerah agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh Orang Dengan Disabilitas Psikososial. Pemenuhan hak ODDP merupakan fondasi penting bagi terwujudnya negara yang menghormati HAM dalam segala kondisi,” ujarnya.

Wamen HAM pantau Layanan Rehabilitasi
Wamen HAM saat memberikan sambutan dalam workshop Pemantauan Bersama Panti/Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Psikososial di Banjarnegara. (Syarif/SB)

Apresiasi Wamen HAM

Sementara itu, Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto mengapresiasi langkah kolaboratif yang dilakukan YAKKUM bersama pemerintah daerah dan mitra masyarakat sipil. Menurutnya, pemajuan HAM tidak dapat dilakukan oleh negara secara sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sipil.

“Apa yang dilakukan YAKKUM merupakan langkah luar biasa. Pemenuhan HAM hanya akan berjalan efektif jika didukung oleh masyarakat sipil yang konsisten mengawal isu-isu HAM, termasuk pemenuhan hak Orang Dengan Disabilitas Psikososial,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja bersama lintas aktor, mulai dari kementerian, lembaga nasional HAM, hingga organisasi masyarakat sipil, serta memastikan rekomendasi hasil pemantauan dapat ditindaklanjuti sesuai mandat Peraturan Presiden Nomor 13 tentang pemajuan HAM.

Komisioner KND Jonna Aman Damanik menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kebutuhan mutlak dalam penanganan isu disabilitas psikososial. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan adalah rehabilitasi berbasis masyarakat (rehabmas) yang dijalankan dengan nilai, prinsip, dan filosofi HAM, baik dalam praktik lapangan maupun perumusan kebijakan.

Baca juga  Geger Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Plafon Kamar Mandi Sekolah

“Ke depan, dibutuhkan koordinasi lintas kementerian agar kebijakan dan praktik yang dijalankan mampu menjawab berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun regional,” ujarnya.

Ada Praktik Baik yang Dapat Diadopsi dari Sistem Layanan Panti di Banjarnegara

Kegiatan pemantauan bersama ini merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman antara PRY dan KND terkait penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Pemantauan melibatkan berbagai lembaga nasional HAM, kementerian terkait, organisasi masyarakat sipil, serta organisasi penyandang disabilitas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tersusun laporan pemantauan yang memuat temuan lapangan, analisis, dan rekomendasi perbaikan sistem layanan rehabilitasi. Selain itu, praktik baik yang teridentifikasi diharapkan dapat direplikasi, serta mendorong komitmen bersama untuk memperkuat layanan rehabilitasi berbasis HAM. Pendekatan rehabilitasi berbasis keluarga dan komunitas juga didorong sebagai solusi berkelanjutan pascarehabilitasi institusional.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:disabiitas dan psikososialLayanan rehabilitasiseputar banyumas
Artikel Sebelumnya Ilustrasi penambangan emas ilegal Polresta Banyumas Tahan Tiga Tersangka Pengolahan Emas Ilegal, Pemodal Masih Buron
Artikel Selanjutnya Warga binaan Harus Jalani Operasi Medis, Warga Binaan Rutan Banjarnegara Dapat Pengawalan Ketat
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Rapat MBG dan Validasi data penerima manfaat
Banjarnegara

Rakor MBG Digelar, Pemkab Banjarnegara Tekankan Akurasi Data Penerima Manfaat

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?